Peningkatan SDM Penting dalam menghadapi MEA

Jakarta Pusat, -- untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), peningkatan sumber daya manusia yang handal mutlak diperlukan. ”SDM ini harus dipersiapkan sebagai insan yang berdaya saing regional maupun global,” kata Mangara Pardede, Walikota Jakarta Pusat, ketika membacakan sambutan Gubernur Provinsi DKI pada acara Pameran Citra Karya, Senin (28/9) di Lapangan Banteng.

Pengembangan usaha kecil, menengah, dan penciptaan wirausahaan baru untuk mendukung penguatan sektor potensial, lanjut Walikota, sudah saatnya kita berbenah dan mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

”Peran perempuan dalam pembangunan bangsa semakin diperlukan hampir di setiap bidang kehidupan, perempuan sudah dapat merambah dan menancapkan eksistensinya,” ujar Walikota.

Menurut Walikota, perempuan sebagai salah satu lemen masyarakat mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.

”data menunjukkan bahwa 90 persen pelaku usaha kecil menengah (UKM) adalah perempuan yang faktanya UKM memiliki daya tahan yang kuat terhadap gejolak perekonomian,” papar Walikota

Masih membacakan sambutan Gubernur, Walikota mengatakan, dalam perkembangan pembangunan ekonomi, berbagai masalah masih dihadapi oleh kebanyakan UKM, Kurangnya akses terhadap pasar, permodalan, pengembangan teknologi informasi dan pengembangan SDM, jaringan usaha, dan sebagainya, akan berpengaruh pada rendahnya produktivitas dan daya saing UKM.

”Permasalahan ini menjadi hambatan yang berat dalam perekonomian global yang semakin kompetitif,” tegas Walikota.

Meskipun banyak kendala-kendala yang dihadapi para pelaku usaha, kata Walikota, saya yakin dan optimis dengan dukungan pemasaran melalui pameran seperti ini akan memberika motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan usahanya menjadi lebih baik dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, maka daya saing yang kuat dalam merebut pangsa pasar.

Sementara menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan perempuan dan keluarga Berencana Provinsi DKI, dr. Dien Emawati, maksud diadakan pameran ini untuk meningkatkan kapasitas SDM pengusaha mikro ekonomi perempuan binaan program terpadu peningkatan peranan  wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKSS) dan meningkatkan pendapatan keluarga (UP2K) serta provinsi anggota MPU.

”Tujuannya adalah melaksanakan pemberdayaan perempuan bidang ekonomi melalui pameran hasil produksi pengusaha mikro perempuan, memfasilitasi pelaku usaha mikro ekonomi perempuan memamerkan hsil produknya,” kata Dien.

Di samping itu juga, lanjut Dien, membuat jejaring ekonomi antar pelaku usaha mikro di Provinsi DKI dengan provinsi lain di Indonesia anggota MPU, serta mengajak para pelaku usaha mikro perempuan untuk berani bersaing dan tampil di pasar bebas.

Pameran diikuti 10 provinsi antara lain Provinsi lampung, DKI, banten, jawa Barat, DIY, Jawa tengah, jawa Timur, bali, NTB dan NTT.


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait