Anak Kali Ciliwung Mangga Dua Selatan Dikeruk

Jakarta Pusat, -- Kondisi penyempitan dan pendangkalan anak kali Ciliwung di Kawasan Kelurahan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat membuat kondisi di wilayah itu terendam banjir.

Untuk mengantisipasi musibah banjir di wilayah Tersebut, Sudin Tata Air  Jakarta Pusat, sejak beberapa hari lalu telah melakukan pengerukam anak kali ciliwung. Program normalisasi anak kali Ciliwung merupakan program Dinas Tata Air DKI Jakarta.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede didampingi Camat Sawah Besar, Martua Sitorus saat memantau kegiatan normalisasi anak kali Ciliwung sekitar 1,5 Km tersebut mengatakan, walaupun musim hujan saat ini sudah datang, namun program normalisasi anak ciliwung harus terus dilakukan oleh Dinas PU Tata Air DKI Jakarta. “ Kami hanya melakukan penertiban terhadap bangunan liar yang terdapat di sisi kiri maupun kanan anak Kali Ciliwung,” terangnya.

Menurut Mangara, pihaknya beberapa bulan lalu telah melakukan penertiban terhadap 70 bangunan liar di sisi anak kali Ciliwung, namun baru sebagian di teribkan. Untuk menindak lanjuti hal tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban terhadap belasan bangunan yang berdiri disisi kali anak Ciliwung ini guna menormalisasikan Kali serta membuat jalan tembus Inspeksi di sepanjang anak Kali Ciliwung, jelas Mangara, saat blusukan jalan inspeksi anak kali Ciliwung. Jum'at sore (12/2)

Saat ini jalan Inspkesi anak Kali Ciliwung baru sekitar 800 meter, sisanya akan dilaksanakan dalam waktu. “Kalau semua sudah tembus baru di lakukan pengaspalan.” Diharapkan dengan adanya jalan tembus Inspeksi di sepanjang anak kali ciliwung dapat mengurai kemacetan di sekitar wilayah Jalan Manggar Besar dan Pangeran Jayakarta, tambah Mangara.

Camat Sawah Besar, menjelaskan pihaknya dalam waktu akan melanjutkan penertiban terhadap bangunan liar di sisi anak Kali Ciliwung. Kami sudah melakukan pendekatan dan sosialisasi terhadap warga yang bangunannya terkena dalam program normalisasi anak Kali Ciliwung dan Jalan Inspkesi. “ Warga semua setuju bangunannya dibongkar,” ucap Sitorus. (AD)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait