Fun Walk dan Napak Tilas Telusuri Tempat Bersejarah di Tanah Abang

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bakwan Ferizan Ginting di Ruang Walikota, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (1/4). Foto: Ran

Jakarta Pusat, -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berkerja sama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia serta Jakarta Good Guide akan menggelar Fun Walk dan Napak Tilas menelusuri tempat bersejarah yang ada di wilayah Kecamatan Tanah Abang pada Minggu (7/4) mendatang.

“Kita akan menelusuri bersama pejabat tingkat kota dan para Abang dan None (Abnon). Dan sekaligus ingin merevitalisasi kekurangan yang ada di wilayah tersebut,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bakwan Ferizan Ginting, di Ruang Walikota, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Misalnya, lanjut Bakwan Ferizan Ginting, ada trotoar atau pendestrian yang kurang mendukung, dan fasos-fasum, yang akan dimasukan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tahun 2020 mendatang.

“Potensi wisata yang selama ini secara lembaga belum kita berdayakan maka akan dikembangkan dari 16 rute mungkin bisa lebih, dan kita lembagakan secara formal,” jelasnya.

Selain itu, Bakwan Ferizan Ginting menegaskan, rute ini akan kita sosialisasikan kepada hotel dan restoran supaya mereka menginformasikan kepada wisatawan di Jakarta. “Kita juga akan mensosialisasikan kepada pengusaha restoran dan hotel supaya mereka menjual rute ini untuk para tamunya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Fun Walk dan Napak Tilas nanti menelusuri rute Tanah Abang-JPM-Klenteng Hok Tek Tjeng Sin, Blok B, Masjid Al Makmur, Pasar Kambing, dan Teater Populer.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara menerangkan, kegiatan fun walk ini dalam rangka melihat potensi wilayah Tanah Abang. Di mana ada beberapa kawasan Tanah Abang, yang telah menjadi destinasi wisata oleh beberapa komunitas.

Sehingga, lanjutnya, ke depan pihaknya perlu mengembangkan kawasan ini. Sekaligus mencari potensi di wilayah kecamatan lainnya.

“Kita akan cek, apakah fasilitas, sarana dan prasarananya mendukung. Kalau kurang kita akan fasilitasi dan bangun. Kita lihat apakah ada nilai perdagangan di sana yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena kita akan mengedepankan konsep Trade Tourism Invesment (TTI),” tandasnya.

 

 

Kominfotik JP/As    


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait