Jam Operasional Hiburan Malam Dibatasi Selama Puasa

Jakarta Pusat, -- Menjelang Ramadhan 1437 H yang diperkirakan jatuh pada Senin (6/6) mendatang, Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat bersama Satpol PP Jakarta Pusat melakukan sosialisasi terkait jam operasional tempat hiburan malam. Selain itu, pengawasan secara berkala akan dilakukan, sehingga kalau ditemukan adanya pelanggaran akan sanksi peringatan hingga penutupan.

Saat ditemui di kantor Walikota Jakarta Pusat, Selasa (31/5), Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, Eka Nuretika Putra, pembatasan jam operasional yang diterapkan sepanjang Bulan Ramadhan itu bertujuan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Diharapkan pengusaha dapat mentaati ketentuan tersebut.

Lebih lanjut disampaikannya, seluruh tempat hiburan seperti kafe, diskotek ataupun hiburan malam lainnya dibatasi jam buka mulai dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Selain itu, penjualan minuman keras pun dibatasi.

“Kita sih sudah kasih surat edaran, kita juga akan lakukan pengawasan selama bulan puasa. Kita minta semua pengelola hiburan malam mematuhi jaturan jam operasional yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) PP Jakarta Pusat, Iyan Sopiyan Hadi menyampaikan bila pengawasan terkait pembatasan jam operasional tempat hiburan malam akan dilakukan pihaknya secara berkala. Tidak hanya itu, pihaknya pun akan melakukan pemeriksaan toko ataupun kafe yang menjual minuman keras secara ilegal.

“Untuk menghormati umat muslim yang tengah puasa, pengawasan terhadap tempat hiburan malam, minuman keras dan petasan juga jadi perhatian kita,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya tidak segan-segan untuk menindak pengusaha hiburan malam nakal yang membuka usaha lebih dari jam operasional yang ditentukan. Apalagi, lanjutnya, menjual minuman keras tanpa izin selama bulan Ramadhan. (Christ Kominfomas JP)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait