Jumantik Jangan Hanya Kejar Target Paraf Warga

Jakarta Pusat, -- Jumat keliling yang rutin dilakukan setiap hari jumat oleh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat pada hakekat adalah bagaimana Pemkot mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, demikian Assisten Kesejahteraan Masyarakat, Fahmi mengatakan dalam dialog dengan warga RW. 06 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen (30/9/2016). “Syukur tidak terkira, karena selama saya mengikuti Jumling, di Bungur ini Jumling yang paling ramai dihadiri warga” tuturnya.

Dalam kegiatan Jumling, Fahmi juga mensosialisasikan tentang bahaya kebakaran, pentingnya warga memiliki kartu Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Fahmi mengatakan, PSN adalah bagian dari program Gerakan Jumat Bersih, untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk. Hasil evaluasi kerja Jumantik dalam PSN rata-rata di atas 90% angka bebas jentik nyamuk. Ada yang tidak sinkron antara angka bebas jentik yang dilaporkan Jumantik dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan korban DBD yang terus bertambah. Seharusnya angka bebas jentik semakin tinggi, kasus DBD semakin turun.

“Jumantik jangan hanya ketok pintu warga, sekilas masuk rumah, tidak periksa tempat-tempat yang berpotensi ada jentik nyamuk dengan teliti langsung minta paraf warga sebagai bukti rumah ini sudah diperiksa. Mudah-mudahan di sini tidak ada Jumantik yang seperti ini”, ujar Fahmi.

Turut mendampingi Assisten Kesra para pejabat tingkat kota, Camat Senen, Munjirin dan jajarannya, para lurah se-kecamatan Senen, perwakilan Polsek Senen, dan TNI.

Kegiatan Jumling diakhiri dengan dialog antara warga dengan pejabat Pemkot tentang persoalan-persoalan wilayah. (Sarwan Kominfomas JP)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait