Jumatrik Milik Sudin Gulkarmat Jakpus

Jumatrik (Juru Mantau Listrik) melakukan pengecekan dan pencatatan di ruumah warga. Foto: Christ

Jakarta Pusat, -- Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Hardisiswan mengatakan, di wilayahnya banyak kawasan padat penduduk yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.

Hal itu, lanjutnya, cukup menyulitkan proses pemadaman jika terjadi kebakaran. Namun, dari delapan kecamatan hanya satu saja yang memiliki hidran mandiri untuk penanganan awal kebakaran.

"Baru satu titik di Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang. Rencana tahun ini akan ditambah dua," katanya, ditemui di kantor setempat, Kamis (4/4).

Ia menuturkan rencana dua lokasi pembuatan hidran mandiri masih tahap survei. Hal itu, untuk melihat lebih jauh kondisi permukiman warga yang cukup rawan terjadi kebakaran. Tak hanya itu pertimbangan lainnya adalah tersedianya lahan untuk pembuatan tandon air dan rumah pompa.

"Kami tinjauan lokasi. Memang lingkungan padat penduduk kendalanya sulit untuk lahan tempat hidran mandiri," jelasnya.

Hardisiswan menambahkan, tak hanya membangun hidran mandiri. Pihaknya, juga akan membuat suatu kader guna melakukan pemantauan kondisi listrik di lingkungan dan kompor gas. Ini ditempuh untuk mengantisipasi dan menekan angka kebakaran.

"DBD ada Jumantik, TBC ada Jumantuk. Kami akan bangun Jumatrik (Juru Mantau Listrik). Jadi nanti ada kader yang melakukannya secara  door to door untuk memberikan sosialisasi penangangan kebakaran ke warga dan membangun peran warga agar aktif mencegah kebakaran," tandasnya. (As/Stk)

 

 

Kominfotik JP/Christ


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait