Lampu LED di Jakarta Kini Terpantau 24 Jam

Jakarta Pusat, -- Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat memperkenalkan Control Room  Penerangan Jalan Umum (PJU) Smart System (SS) yang berlokasi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Ruang kontrol ini akan memonitor kondisi 25.230 unit lampu LED Smart System se-Jakarta Pusat selama 24 jam.

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, Iswandi mengungkapkan kehadiran ruang kontrol ini dalam rangka efisiensi sekaligus mempercepat respon terhadap penanganan lampu PJU. Dengan dioperasikannya ruang kontrol ini, selain memudahkan petugas, pihaknya bisa mengetahui adanya lampu padam lebih dulu daripada warga. Sehingga, apabila ada lampu padam akan muncul notifikasi pada sebuah layar televisi.  Jadi, operator di ruang kontrol bisa langsung memberikan perintah kerja kepada petugas di lapangan untuk melakukan perbaikan.

"Jika ada yang padam, akan keliatan matinya di mana, jenisnya apa, nomor tokennya berapa.  Jadi tanpa petugas di lapangan melaporkan ke kita, sistem sudah memberikan informasi itu dengan warna yang berbeda. Ketika lampu sudah diperbaiki warnanya juga akan berubah kembali. Intinya, sebelum warga lapor lampu padam, kami sudah tahu, tapi laporan warga tetap kami TL," papar Iswandi, Senin (6/2).

Pihaknya menerangkan, ruang kontrol di Dinas Teknis Jati Baru memang bisa memonitor lampu PJU SS se-Jakarta, akan tetapi untuk perbaikan lampu tetap diserahkan ke wilayah masing-masing.

"Khusus di control room JPU SS di Jakarta Pusat ini, kami hanya bisa memonitor lampu yang ada di Jakarta Pusat saja, kami tidak bisa monitor kondisi eksisting lampu di wilayah lain. Dengan kami lebih monitor lampu yang ada di Jakarta Pusat itu memberikan kecepatan rekan kami dalam melakukan perbaikan," ucap Iswandi.

Dari segi penghematan, lanjutnya, ruang kontrol ini bisa menurunkan penggunaan daya sekitar 50 persen dan tentunya berimplikasi pada rekening bulanan yang harus dibayarkan.

“Jadi apabila dalam suatu kawasan aktivitas malam sudah berkurang lampunya bisa kita turunkan 50 persen. Kalau ada Earth Hour ini buat kami lebih mudah bisa menurunkan daya di lokasi-lokasi tertentu," ungkap Iswandi.

Petugas yang dikerahkan sebanyak enam operator yang mengoperasikan ruang kontrol ini. Dibagi tiga shift selama 24 jam, setiap shift-nya disiagakan dua operator.

 

Kominfotik JP


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait