Optimis, Target ZIS Jakarta Pusat Mencapai 14 Miliar

Jakarta Pusat, -- Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede melalui Asisten Kesejahteraan Rakyatnya, M Fahmi secara resmi telah menetapkan peningkatan Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS) pada Rabu (10/2/2016). Hasilnya, wilayah Jakarta Pusat akan menargetkan total pengumpulan dana ZIS, mencapai Rp 14 miliar di tahun 2016 ini.

"Target kita tahun ini adalah Rp 14 miliar. Atau naik sekitar 10 persen lebih dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 12 miliar," kata M Fahmi saat ditemui di lantai 1, Gedung Walikota Jakarta Pusat, Rabu (10/2)

Namun, Fahmi mengakui, bahwasanya target tersebut tidaklah mudah. Karena itu, pihaknya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jakarta Pusat dan jajaran terkait mengaku siap mendorong dan memperjuangkan terwujudnya pencapaian target tersebut.

"Penetapan target ini optimistis tercapai dengan menggulirkan sejumlah program kerja," tegas M Fahmi, yang juga didampingi Kepala Bazis Jakarta Pusat, Nurzen dan Kabid Pengumpulan Bazis DKI Jakarta, HR Jumhana.

Adapun sejumlah program yang telah dilakukan diantaranya, dengan dibukanya gerai Bazis di semua Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kelurahan dan kecamatan yang ada di wilayah Kota Jakarta Pusat. Serta, kedepannya, Baznas akan memperluas sasaran pengumpulan zakat dengan menempatkan kotak/drop box ke sejumlah supermarket.

"Saya berharap agar semua pegawai dapat kreatif untuk mensosialisasikan, bahwa sekarang sudah dibuka gerai untuk berzakat di setiap kelurahan dan kecamatan. Artinya, alangkah baiknya untuk memberitahukan, bukan untuk memaksa masyarakat untuk berzakat. Kalau memaksa itu tidak benar," jelas dia. 

Untuk diketahui, program pengumpulan Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS) itu akan dikelola dalam sejumlah program. Seperti, program Jakarta Bertakwa, Jakarta Cerdas, Jakarta Mandiri, dan Jakarta Peduli, serta Jakarta Sadar Zakat.

"Seluruh hasil pengumpulan ZIS akan disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Contohnya, dengan adanya dana itu, semua guru mengaji, guru honorer, murid cerdas yang tidak bisa bayar uang sekolah, beasiswa santri dan tenaga pengajar PAUD bisa kita bekali," ucap M Fahmi. (DVD)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait