PEMKOT JAKPUS KEMBALI MENGECEK KONDISI FASOS FASUM

Jakarta Pusat, -- Pemerintah Kota Adminitrasi Jakarta Pusat kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi fasos fasum yang merupakan kewajiban dari salah satu pengembang di wilayah kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang. Pengecekan lapangan untuk memastikan apakah fasos fasum yang akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut  sesuai dengan gambar atau denah lokasinya.

“ Kami ingin memastikan apakah fasos fasum yang akan diserahkan ke pemrov DKI sudah sesuai yang ditentukan,” jelas Ka.Bag Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Bernad didampingi Ka.Subbag Tata Ruang dan Pertanahan bagian PKLH, Chandra H Nababan saat memimpin peninjauan lapangan, Kamis (6/7).

Bernard menjelaskan, peninjauan lapangan ke lokasi tanah PT. Sahid & Co yaitu fasos fasum yang merupakan kewajiban pengembang sesuai SIPPT berupa bidang tanah dengan peruntukan rencana jalan seluas 2.662 meter persegi.

“ Jadi tim melakukan pengecekan termasuk pengukuran dan memastikan lokasinya, apakah sudah sesuai yang menjadi kewajiban pengembang, “ kata Bernard.

Nantinya, lahan fasos fasum tersebut akan dibuatkan berita acaranya dan diserahkan ke pemrov DKI. “ , kami akan mengejar dan terus melakukan penagihan kepada pihak pengembang pemegang SIPPT untuk menyerahkan fasos fasum sesuai kewajibannya, “ tandas Bernard.

Bernard menambahkan, setelah di lakukan pengukuran dan pengecekan serta penelitian fisik oleh tim Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Wilayah (TP3W) kota administrasi Jakarta Pusat, fasos fasum yang akan diserahkan pihak PT Sahid & Co berupa bidang tanah dalam keadaan baik sesuai peruntukan, jelasnya.

Ka. HRD dan Legal PT Sahid, Dina Fani mengatakan sangat mengapresiasi terhadap Tim Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Wilayah (TP3W) yang melakukan penagihan fasos fasum terhadap pemegang Surat Izin  Peruntukan Penggunaan Tanah (SIPPT).

“ Saya sangat setuju bagi pemegang SIPPT menyerahkan fasos fasum ke Pemda DKI Jakarta, toh nantinya fasilitas fasos fasum akan dinikmati untuk kepentingan masyarakat, “ tandas Dina.


Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait