PKL Kuliner Sunda Kelapa Gunakan Transaksi Non Tunai Bank DKI

Pedagang kaki lima kuliner di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, mendapatkan bantuan fasilitas gerobak dan etalase dari Bank DKI, Kamis (3/10). Foto: Christ

Jakarta Pusat, -- Pedagang kaki lima kuliner di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, mendapatkan bantuan fasilitas gerobak dan etalase dari Bank DKI, Kamis (3/10).

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi menuturkan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bank DKI kepada pelaku UMKM di DKI Jakarta dan dukungan terhadap Program Kerja Pemprov DKI.

"Harapan kami, fasilitas gerobak dapat bermanfaat terlebih bagi peningkatan pendapatan para pedagang di sekitar Masjid Sunda Kelapa," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, Bank DKI juga akan mendorong penerapan transaksi non tunai kepada sejumlah PKL di Jakarta. Pada tahapan ini, Bank DKI terlebih dulu menggandeng PKL kuliner di kawasan Masjid Sunda Kelapa menjadi merchant aplikasi JakOne Mobile. Nantinya para pedagang kuliner bisa menerima pembayaran non tunai berbasis QR Code.

Perlu diketahui, kata Babay, Bank DKI siap membantu pedagang yang membutuhkan akses permodalan. Saat ini pihaknya telah menyediakan fasilitas kredit Monas 25,75 dan 500 yang dapat menunjang usaha mereka untuk dapat berkembang lebih pesat lagi.

"Bank DKI siap berdiskusi dan membantu untuk pengembangan lebih lanjut. Demi memaksimalkan layanan kepada para pedagang di sini," jelas Babay Parid.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengapresiasi bantuan yang diberikan Bank DKI kepada para pedagang di Masjid Sunda Kelapa. "Ini masjid kebanggaan di Jakarta Pusat, juga berada di kawasan ring satu di Jakarta. Jadi penataan PKL di kawasan ini harus lebih rapi dari kawasan yang lain. Apalagi pengunjungnya orang kantoran, ini menjadi kebanggaan tetapi harus menjadi perhatian kita," terangnya.

Dengan adanya bantuan gerobak dan etalase ini, Irwandi mengharapkan, keberadaan PKL di Masjid Sunda Kelapa lebih rapi, indah, dan membuat pengujung lebih nyaman. Karena, tidak ada lagi kesan kumuh dan berantakan. (As/Stk)

Kominfotik JP/Christ


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait