Pelatihan Kewirausahaan Terpadu di Lapas Salemba

Narapidana Lapas Salemba Kelas II A antusias mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang digelar Sudin PE, Senin (17/6). Foto: Christ

Jakarta Pusat, -- Ratusan narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Salemba Kelas II A antusias mengikuti pelatihan kerajinan, pembuatan detergen dan menjahit yang digelar Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat, di Lapas Salemba, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (17/6).

Kepala Seksi (Kasie) industri energi dan sumber daya mineral Sudin PE Jakarta Pusat, Bambang Prayitno menerangkan, jajarannya memilih penghuni lapas IIA Salemba karena dinilai tepat sasaran. Para napi yang menjadi peserta rata-rata yang hendak bebas masa tahanan 1 sampai 4 bulan. Sebelum mereka bergabung dengan masyarakat umum, diharapkan dapat membawa bekal kewirausahaan yang cukup. 

"Ini merupakan permintaan dari Kalapas dan kita bersinergi. Untuk membantu bekal mereka agar menjadi masyarakat normal," tuturnya.

Masih kata Bambang, Pelatihan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di Lapas terlihat sangat berbeda seperti di beberapa lingkungan masyarakat pada umumnya. "Peserta dari napi sangat fokus saat latihan, mereka seperti berada di rumahnya. Mereka sangat on time pada jadwal latihan dan sangat antusias," tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan program PKT yang terus digencarkan Sudin PE Jakpus kepada masyarakat. Sebanyak 160 napi yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan bekal keahlian khusus ketika nanti bergabung dengan masyarakat umum.

Pelatihan kewirausahaan bersama napi di Lapas Salemba ini terdapat tiga program. Pelatihan kerajinan dibuka satu kelas yang diikuti 40 orang peserta. Kemudian pelatihan membuat detergen dibuka satu kelas yang diikuti 40 peserta.

Sedangkan pelatihan menjahit pakaian atau fashion dibuka menjadi dua kelas dengan jumlah 80 peserta. Pada pelatihan menjahit pakaian, ternyata banyak diminati para napi. Pasalnya, usaha menjahit yang lebih banyak dibutuhkan orang menjadi salah satu alasan para napi mengikuti kelas ini.\

Sementara program kelas pembuatan detergen atau sabun terdapat empat kategori, yakni membuat sabun pencuci piring, pengharum pakaian, detergen dan pembersih lantai. Pelatihan digelar selama empat hari ke depan.

Dengan hari yang sangat singkat tersebut, diharapkan para peserta dapat memahami. Nantinya, sebanyak 160 napi peserta PKT juga akan mendapatkan sertifikat yang diberikan oleh Sudin PE Jakarta Pusat. (As/Stk)

 

 

Kominfotik JP/Christ


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait