Penolakan Kader Jumantik, Yang Rugi Nanti Warga Juga

Jakarta Pusat, -- Penolakan terhadap sejumlah para kader juru jentik (Jumantik) saat mengecek mengecek rumah warga rupanya masih terjadi. Seperti di Kelurahan Paseban RW 03 para kader Jumantik ditolak pemilik rumah saat hendak memeriksa jentik.

Menyikapi hal tersebut, Lurah Paseban, Arif sangat menyayangkan masih adanya warga yang menolak rumahnya di cek para kader jumantik. Pengecekan jentik itu sangat pentik lantaran jika terdapat jentik nyamuk Demam Berdarah Denque (DBD) yang rugi adalah pemilik rumah dan warga sekitar.

"Sekarang gini kalau ada jentik nyamuk kan yang rugi warga sekitar dan penghuni rumah yang menolak. Kalau di gigit terus masuk rumah sakit gimana, kan rugi. Bahaya loh itu nyamuk DBD," papar Arif saat di wawancarai di sela - sela pemeriksaan jentik nyamuk di rumah warga di Jalan Peseban Timur, RW 03, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (18/8).

Arif meminta kepada warga untuk membukakan pintu mereka jika ada juru jentik yang mengecek saat jumling. Pemeriksaan ke rumah warga yang dilakukan kader Jumantik itu dilengkapi dengan surat tugas juga dan mereka memakai seragam.

"Mereka itu juga di dampingi ketua RW atau RT saat Jumling kok," tutupnya.

(Kominfotik JP Christ)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait