Rawa Ceria Johar Baru Juara Lomba Tari Antar RPTRA

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara bersama Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Chintya Ayuningrum memberikan piagam dan uang pembinaan kepada peserta tari dari RTPRA Rawa Ceria, Minggu (28/7). Foto: Zak

Jakarta Pusat, -- Tarian Jatil dari Jawa Timur yang dibawakan oleh anak binaan seni budaya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Ceria, Kecamatan Johar Baru, berhasil menjadi juara pertama dalam lomba tari antar RPTRA yang di gelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, di Lapangan Banteng, Minggu (28/7).

Sementara untuk Juara kedua dan ketiga diraih oleh RPTRA Tanah Abang 3 dan RPTRA Mustika Cideng keduanya dari RPTRA Kecamatan Gambir. Sedangkan Untuk juara harapan I diraih oleh RPTRA Kampung Benda Kecamatan Cempaka Putih dan harapan II diraih oleh RPTRA Plamboyan Kejora Kecamatan Gambir.

Bagi Pemenang lomba tari masing masing mendapat Piala, piagam dan uang pembinaan. Untuk juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp12.500.000,- disusul Rp10.000.000,- dan Rp8.500.000,- untuk juara ke dua dan ketiga sedangkan untuk juara harapan I dan harapan II mendapatkan Rp7.500.000,- dan Rp6.500.000,-.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, seni budaya memang merupakan investasi yang sangat baik bagi anak-anak karena dengan seni budaya ini anak-anak akan menimbulkan rasa percaya diri yang besar dan penuh semangat.

“Oleh karena itu, anak-anak yang berkreasi di ruang publik seperti di RPTRA menjadi lebih percaya diri dan ini bisa menjadi contoh dan harus terus dikembangkan,” jelas Bayu Meghantara, saat menutup kegiatan lomba tari hasil pembinaan seni budaya RPTRA, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/7).

Menurut Bayu, setiap anak sekecil apapun pasti memiliki potensi tersendiri sehingga perlu diasah terus menerus agar potensinya yang mononjol bisa dikembangkan.

“Untuk itu, kepada pelatih diminta memfasilitasi setiap anak-anak, remaja maupun ibu-ibu agar dapat mengembangkan bakat dan talentanya di bidang apapun termasuk bidang seni tari seperti yang hari ini kita saksikan,” ujar Bayu.

“Kita tidak boleh putus asa, kembangkan terus bakat yang dimiliki, pada anak-anak agar mereka menjadi penari profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, Sonti Pangaribuan menjelaskan, sebelum pagelaran seni dan budaya ini mereka dibina selama empat bulan. Dari hasil pembinaan itu lalu dilombakan.

“Pembinaan seni budaya di RPTRA yaitu tari, marawis, qasidahan, hadrock, perkusi, lukis angklung, dan teater. Namun, untuk sementara yang dilombah baru seni budaya tari. Sedangkan bagi pemenang lomba tari akan maju ke Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang,” tandasnya. (As/Stk)

 

 

 

Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait