Saya, Perempuan Anti Korupsi

Jakarta Pusat, -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak kaum ibu PKK Kelurahan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat melawan korupsi. Ajakan tersebut dilontarkan di acara peringatan hari Kartini, Kamis (21/4) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Cideng, Jakarta Pusat.

Acara yang bertajuk 'Saya, Perempuan Anti Korupsi' itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan istri Rintje Pardede, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak. Kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental di RPTRA Kenanga, juga dihadiri perwakilan dari Australia Aid, Australia Indonesia Partnership For Justice.

Arifin mengatakan  pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Niat untuk tidak melakukan korupsi pun harus selalu ditanamkan mulai dari rumah, sebelum berangkat ke kantor hingga pulang, kembali ke rumah. Menurutnya, korupsi sangat merusak dan merugikan. Bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan keluarga, khususnya anak-anak. Sebab, uang yang didapatkan dari hasil korupsi tidak akan berkah dan bermanfaat, justru akan menjadi dosa yang ditanggung seumur hidup.

"Bercermilah sebelum berangkat kerja, bertanya kepada diri sendiri, siapkah kita jujur hari ini?. Pastikan jawaban harus selalu siap, karena sebelum menginjakan kaki keluar rumah, kita harus bisa menegaskan kepada diri kita untuk bisa kembali jujur lagi sepulang nanti," ucapnya.

Kemudian kita tanamkan ke dalam diri kita, keluarga dan lingkungan untuk menolak tawaran ataupun ajakan korupsi. Keterangan Rintje pun disambut gembira oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Karena sejurus dengan pendapat Ketua PKK Jakarta Pusat itu, dirinya menilai bila pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri mulai dari hal kecil atau sederhana.

"Jika kita bicara korupsi, itu dimulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan di rumah, kemudian RT, RW, Kelurahan hingga tingkat Walikota. Di hari Kartini, ibu menjadi sosok yang paling dominan khususnya membentuk kedisiplinan anak, sehingga diharapkan generasi muda selanjutnya tidak akan kembali tersangkut kasus korupsi," paparnya.

Saut meminta kepada masyarakat, korupsi itu harus dapat diantisipasi bersama, karena jika mengandalkan KPK yang kini hanya memiliki anggota sebanyak 1350 orang, tidak sebanding dengan total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta. Karena itu, dirinya membutuhkan dukungan masyarakat, untuk saling mengingatkan dan menegur apabila mengetahui ada celah tindak pidana korupsi.

"KPK hinggga saat ini sudah  menangkap dan memenjarakan 500 koruptor, tapi itu bukan menyelesaikan masalah, justru menambah beban karena penjara penuh, Mari ajarkan anak kita jangan pernah melakukan korupsi" jelasnya. (Christ Kominfomas JP)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait