Silahturrahmi dan deklarasi pemuda anti tawuran

Jakarta Pusat, -- Tawuran dan aksi anarkis yang belakangan marak di kalangan warga di wilayah Kecamatan Johar Baru, membuat ratusan warga Kecamatan Johar Baru menghadiri deklarasi anti tawuran di GOR Kecamatan Johar Baru, Jumat malam (4/9).
“Dengan adanya deklarasi ini, besar harapan kami Kecamatan Johar baru menjadi contoh positif bagi warga kecamatan lain khususnya di Jakarta Pusat. Mari bersama kita tolak tawuran,” ucap Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, dalam sambutannya  di hadapan para warga peserta deklarasi.
“Semoga acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi para warga, sehingga ke depannya tak ada lagi tawuran di wilayah ini,” lanjut Walikota.

Menurut Walikota Jakarta Pusat, Manggara Pardede, pihaknya siap memfasilitasi segala bentuk kegiatan positif warga untuk mengakhiri tawuran yang seringkali menghiasi wilayah Johar Baru. ”Besok Ahad (6/9) kita awalai dengan senam pagi dan kerjabakti yang merupakan simbol dari perdamaian dan berakhirnya tawuran.

Senada dengan Walikota, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0501 Jakarta Pusat, Letkol Inf Martin Turnip mengatakan, pihaknya  mendukung deklarasi anti tawuran tersebut. Menurutnya, pihak TNI siap membantu Pemkot dan Polres untuk meredam wilayah Johar Baru dari aksi tawuran. 

"Dengan ini seluruh pemuda harus benar benar menghentikan aksi tawuran, terutama di Johar Baru. Jika ada tawuran kita akan gunakan cara yang cepat dan singkat, jika ada korban, itu resiko," katanya.

Martin yang berpengalaman tugas di Aceh dan Ambon ini, sangat paham dalam menghadapi wilayah konflik, baik dengan penyekatan, maupun dengan pemberantasan. Namun, dia yakin, Johar Baru merupakan wilayah damai, jangan sampai anggota TNI menjadikan kawasan Johar Baru layaknya wilayah konflik.

Sementara kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan,
penyebab tawuran adalah karena saling ejek, untuk itu pihaknya juga kerap berkonsolidasi dengan tokoh masyarakat setempat.

"Artinya tawuran harus bisa dijadikan musuh bersama, sehingga semua elemen lapisan masyarakat akan turut serta menjaga ketentraman," papar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dengan langkah yang diambil yakni mengedepankan pencegahan, setidaknya sudah bisa menghilangkan niat masyarakat yang hendak melakukan tawuran. Artinya selain konsep di atas kertas, harus ada realisasi di lapangan.

Antara lain membuangun posko pengamanan wilayah. Di kawasan Johar Baru sendiri dibangun dua posko pengamanan wilayah, yakni Posko Jalan Kramat Jaya Baru, Gereja Nias dipimpin Aiptu Suhartono selaku Bimaspol Kelurahan Johar Baru.

Kedua adalah Posko Johar Teather masih di Jalan Kramat Jaya Baru dipimpin Aiptu Lukas Indrianto. ”Ke depan setelah deklarasi ini ternyata warga masih tawuran, kami akan ambil tindakan yang tegas,” kata kapolres.


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait