Taman Harus Bersih dan Nyaman

Jakarta Pusat, -- Sejumlah taman di wilayah Jakarta Pusat dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL). Seperti Taman Suropati, Taman Menteng sejumlah pedagang nekat berjualan meskipun ada petugas Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede geram terhadap kinerja Sudin Pertamanan dan Pemakaman. Mangara menjelaskan kepada wartawan dirinya pernah terjun langsung melihat kondisi taman. Saat itu dirinya cukup kaget melihat taman Suropati, Taman Menteng, dipenuhi PKL.

"PKL itu dagang pada malam hari. Mereka cukup berani dalam menjajakan dagangan, mereka dagang di dalam taman,"' terang Mangara, di kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).

Dampak adanya pkl di area taman sudah pasti buruk. Seperti bisa rusaknya tanaman akibat sisa-sisa air kopi, atau minuman lainnya. Umumnya pedagang tidak memperdulikan kondisi tanaman ataupun kebersihan. Dirinya juga sudah memerintahkan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan untuk terjun kelapangan melihat langsung kondisi taman.

"Dalam rapat kemarin saya sempat tanya apakah Kasudin tahu kondisi taman di Jakpus. Ia pun menjawab tahu, tapi saat saya tanya apakah tahu ada PKL di dalam taman, Kasudin bilang tidak tahu," ucap Mangara yang mempraktekkan percakapan dengan Kasudin.

Mangara mengatakan akan memerintahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat untuk tertibkan PKL. Nantinya penjagaan akan dilakukan Sudin Pertamanan Jakarta Pusat ataupun Satpol PP. “Mengapa perlu dijaga, biar warga yang menikmati keindahan taman tidak terganggu keberadaan PKL”, lanjut Mangara menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Pemakaman, M. Yuswardi membenarkan jika dirinya belum mengetahui PKL jualan di dalam taman. Terlebih malam hari, sebagaimana yang dijelaskan Pak Walikota bahwa beliau melihat beberapa taman di Jakarta Pusat ada PKL.

"Kita akan minta petugas yang jaga taman tingkatkan kinerja mereka. Petugas Pekerja Harian Lepas (PHL) yang jaga taman dan merawat ada 213 orang”, demikian, M. Yuswardi menjelaskan. (Christ)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait