Tatanan Kota Sehat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Evaluasi Hasil Peninjauan Lokasi Tatanan Kota Sehat, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (4/4). Foto: Yos

Jakarta Pusat, -- Kota sehat seharusnya sudah melekat di dalam sebuah kota, dengan membangun secara bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Hal itu dikemukakan, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) M. Fahmi mengatakan saat Evaluasi Hasil Peninjauan Lokasi Tatanan Kota Sehat, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

“Terpenting buat kita ialah sebuah Pemerintah Kota sebagaimana disampaikan Pak Gubernur ialah untuk membangun sebuah kota harus berkerja sama dengan seluruh warga masnyarakat di mana di dalam konteks revolusi industri warga sebagai co creator dan pemerintah sebagai kolaborator sehingga menjadi kolaborasi,” katanya.

Fahmi menambahkan, ada tujuh Tatanan Kota Sehat di Jakarta Pusat yang nanti akan dilombakan yaitu, Pemukiman Sehat di Kelurahan Johar Baru, Mandiri dan Sehat di Paseban, industri di Cempaka Baru, Perkantoran di Kebon Sirih, Pariwisata Sehat di Gedung Juang Cikini, dan Tatanan Sosial di Kelurahan Kramat.

Jakarta Pusat, lanjut Fahmi, sudah empat kali mendapat penghargaan tertinggi dari Tatanan Kota Sehat dengan nama Swasti Saba Hustana. “Jakarta Pusat, satu-satunya wilayah yang mendapatkan penghargaan secara berturut-turut sampai empat kali dan jika masuk lagi maka ini yang kelima kalinya,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan yang telah diraih hanya bonus. Kewajiban pemerintah memang memelihara dan menjadikannya kota sehat. “Sudah seharusnya warga dan pemerintah bersama-sama membangun kota ini menjadi kota yang sehat. Mendapatkan sebuah pengahargaan itu hanya sebagai sebagai bonus dari hasil pembangunan yang terus Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat kerjakan,” pungkasnya.

 

 

Kominfotik JP/As


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait