Wali Kota Jakpus Sidak Pasar dan Supermarket

Jakarta Pusat, -- Menjelang bulan suci Ramadan Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus), Mangara Pardede dan sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) Jakpus menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan supermarket di pusat perbelanjaan ITC Cempaka Mas, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hasilnya sejumlah bahan pangan tidak layak konsumsi ditemukan

Dalam sidak yang dilakukan pihaknya di Pasar Johar Baru dan Pasar Gembrong, Mangara mengungkapkan, sidak tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus memastikan tidak adanya kenaikan harga yang signifikan selama Ramadan. Dalam sidak ini juga, pihaknya menemukan ikan pari berformalin yang dijual di Pasar Johar Baru.

"Kegiatan ini dalam rangka memasuki bulan puasa. Kalau dari segi ketersediaan pangan nggak ada masalah. Harga juga relatif terkendali sekaligus juga kita melakukan pengecekan secara acak dari produk yang dijual dari aspek kadaluarsa," ucap Mangara di lokasi, Rabu (24/5).

Sementara dalam sidak di Supermarket ITC Cempaka Mas, pihaknya menemukan adanya daging yang tak layak jual karena telah membusuk. Selain itu, beberapa produk makanan yang  telah habis izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta kadaluarsa juga ditemukan dalam sidak ini. Semua temuan bahan pangan tidak layak konsumsi ini, langsung dimusnahkan pihaknya dengan mengunakan cairan karbol.

"Untuk sidak supermarket ini kita masih menemukan produk daging yang masih didisplay tapi tidak layak untuk di konusmsi. Kemudian kita temukan beberapa produk. Kemudian izin BPOM-nya sudah habis tapi masih diproduksi," papar Mangara.

Mangara berharap, pengelola super market dapat mengecek seluruh produk-produk yang masuk sebelum dijual kepada warga. Pasalnya, BPOM telah menyediakan aplikasi berbasis android agar pengelola super market dapat memastikan dagangannya layak untuk dikonsumsi oleh warga.

"Banyak masyarakat berangapan ketika ada label BPOM makanan itu sudah pasti aman. Padahal terkadang nomer BPOM itu sudah kadaluarsa.‎ Kemudian kita juga menemukan produk yang tidak ada BPOM-nya, ada produk sayur dalam kemasan yang tidak ada kadaluarsa," tutupnya.

 

Kominfotik JP/NEL


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait