Walikota, Jam kerja PHL 8 Jam Sehari

Jakarta Pusat, -- Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menyayangkan kurangnya rasa kepedulian Petugas Harial Lepas (PHL) Sudin Kebersihan dan Taman Jakarta Pusat. Pasalnya masih ada ditemukan bahwa PHL enggan membersihkan lokasi dengan alasan bukan tugas atau wilayah ranah mereka mengerjakannya.

Mangara angkat bicara dalam kasus PHL lantaran, Gubernur DKI Jakarta mendapatkan para pembersih lingkungan tersebut banyak yang tidur-tiduran disaat jam kerja. Padahal jam kerja para PHL 8 jam dalam satu hari.

Mangara juga memberikan contoh lain, bahwa PHL taman ketika melihat adanya jalan kotor, mereka tidak mau membersihkan dengan alasan bukan ranah mereka. Begitu juga sebaliknya, jika kondisi taman kotor, petugas PHL kebersihan yang kebetulan melintas tidak mau membersihkan dengan alasan bukan ranah mereka untuk membersihkan. Dalam hal ini, Mangara meminta kepada seluruh PHL jangan tebang pilih dalam bekerja apalagi peranan mereka membersihkan lingkungan dari kotoran sampah.

“Saya minta mereka jangan seperti itu lagi. Ya kalau mereka lihat taman kotor apa salahnya PHL kebersihan yang membersihkan. Begitu juga sebaliknya PHL taman juga bersihkan jalan yang mereka lihat kotor. Tolong itu Kasudin Taman dan Kebersihan ditindak lanjuti,” ucapnya di kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang 1, Jakarta Pusat, Selasa (21/6).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan, Marsigit akan mengevaluasi kinerja para PHL yang ada. Karena memang saat ini para PHL tengah lakukan ploting baru dan Pak Gubernur juga minta dihadirkan adanya pengawasan dari Sudin Kebersihan.

“Maunya Pak Gubernur pengawasnya dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tapi sementara ini kita tempatkan PHL yang sudah senior,” tutupnya. (Christ Kominfomas JP)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait