Walikota Jakpus Kunjungi Korban Kebakaran Kwitang

Jakarta Pusat, -- Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengunjungi korban kebakaran di kawasan Kwitang Jakarta Pusat (Jakpus) Rabu, (8/2).

Dalam kunjungannya itu, Mangara meninjau rumah-rumah warga yang menjadi korban kebakaran sekaligus memberikan sejumlah bantuan. Selain itu, dia menjanjikan akan mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan surat-surat penting yang hangus terbakar.

“Kami akan akomodir, pengurusan kembali surat-surat penting yang ikut terbakar. Warga bisa langsung mengurusnya di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),”  ungkapya.

Lebih lanjut, pihaknya telah mendistribusikan bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, pakaian, dan obat-obatan, serta tenda untuk para pengungsi. Selain itu, ada posko kesehatan juga yang dapat dimanfaatkan warga untuk melakukan perawatan kesehatan pasca insiden kebakaran ini.

“Ada 250 bantuan makanan, tenda, selimut dan perlengkapan lainnya yang sudah diberikan melalui Sudin Sosial Jakarta Pusat, dan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) sejak malam hingga pagi ini,” terangnya.  

Sementara itu, Kepala Seksi Oprasional Suku Dinas Penangulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Muchtar Zakaria menerangkan, kejadian kebakaran ini terjadi di salah satu rumah warga akibat kosleting arus listrik pukul 23.30. Api kemudian cepat menyebar ke rumah warga lain karena material bangunan semi permanen, dan daerah padat penduduk. Sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 petugas langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan api.  

Menurutnya, petugas sempat mengalami kendala akibat masyarakat sekitar tidak koperatif dan mengangu kerja petugas. Petugas pemadam bahkan sempat mengalami kekerasan dari warga yang tidak sabar dengan kerja petugas. Sementara, minimnya sumber air dilokasi juga membuat kerja petugas pemadam terhambat.

“Kalau masyarakat tidak merusuh, kemungkinan api tidak sampai membakar 40 rumah paling tidak hanya setengahnya. Mereka ini sebetulnya mau membantu, tapi tidak tahu caranya. Untung petugas bisa menangani ini, tidak hanya memadamkan api tapi juga menghalau warga yang hendak membuat keributan,” ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam pristiwa kebakaran ini, namun dua warga Fikri (22) dan Sofyan (23) terjatuh dari atap saat kebakaran terjadi. Keduanya pun langsung ditangani oleh Unit 118 untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara, total kerugian yang ditaksir menurut mukhtar mencapai Rp 2,7 milyar.

“Kerugian ini dihitung dari luas area yang terbak1ar kurang lebih 750 meter,” terangnya.

 

Kominfotik JP  


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait