PROTOKOL HARUS TERTANAM PERCAYA DIRI

Posted on 04/07/2012 by



Seorang protokol harus mempunyai wawasan yang luas serta harus tertanam percaya diri sehingga akan menumbuhkan dan meningkatkan kualitas yang pada akhirnya tugas yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan lancar, Demikian Seko Jakarta Pusat, Bambang Musyawardana mengatakan hal tersebut saat membuka pembinaan keprotokolan bari aparat pemerintah Kota Jakarta Pusat, di ruang pola kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

            Untuk menjadi protokol profesional dituntut terus untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tentang keprotokolan dengan cara menambah ilmu pengetahuan dengan banyak membaca buku, koran,maupun menonton televisi, banyak gaul dengan berbagai lapisan masyarakat, serta menerima saran dan kritik dari masyarakat, ujar Bambang.

            “Berhasil tidaknya suatu acara itu ditentukan oleh protokol,” maka itu peran dan fungsi protokol dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan suatu acara dibutuhkan protokol yang handal dan profesional, jelas Bambang.

            Lebih lanjut seko mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan keprotokolan, diharapkan kedepan wilayah Jakarta Pusat mempunyai pejabat protokol yang handal dan berkualitas.

            Para peserta pembinaan keprotokolan harus benar-benar mengikuti secara sungguh-sungguh, karena ini merupakan kesempatan yang sangat baik. Kalau kita secara sengaja ingin kursus tentang keprotokolan biaya sangat mahal, “tolong jangan sia-siakan kesempatan ini,” tegas bambang.

            Ka. Bag Umum dan Protokol Jakarta Pusat, H.Rias Askaris menambahkan kegiatan pembinaan diikuti 150 orang terdiri dari staf bagian Setko Jakpus, Camat dan Lurah se Jakpus berlangsung dua hari, dengan materi dan narasumber sebagai berikut Sikap dan perilaku dalam membawa acara dan pentingnya komunikasi dalam menjalin hubungan ( DR. Leila Mona Ganiem), Tehnik olah vokal dalam membawa acara ( Hj.Mariana Ramlan), Praktek pembawa acara ( Dra. Neni Maryani ), Pengembangan kepribadian dan penampilan prima (Dr. Lula Kamal).

            Pembinaan keprotokolan bertujuan supaya aparat lebih memahami tugas dan fungsi keprotokolan dalam menyelenggarakan upacara, resepsi, dan pelayanan tamu sehingga nantinya diharapkan menjadi motor utama keprotokolan di unitnya masing-masing, jelas Rias. (AD)