DPRD Kota Mataram Belajar Penanganan Air Limbah di Pemkot Jakpus

Komisi III DPRD Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Berat (NTB) melakukan kunjungan kerja di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Selasa (22/10). Foto: Zak

Jakarta Pusat, -- Sebanyak delapan orang dari Komisi III DPRD Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Berat (NTB) ingin belajar tentang penanganan air limbah di Jakarta Pusat, mengingat Kota Mataram kecil.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abdul Rahman saat melakukan kunjungan kerja di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Selasa (22/10).

Rombongan Komisi III DPRD Kota Mataram diterima oleh Kabag Penataan Kota Lingkungan Hidup (PKLH) Jakarta Pusat, Munjir Mujadi serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Abdul Rahman mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemkot Jakpus yang telah menerima rombongan ini untuk melakukan kunjungan kerja agar dapat mengetahui program penanganan air limbah.

"Kami punya niat dalam menangani air limbah di Kota Mataram, sebelum terlambat jauh-jauh hari untuk kosentrasi di bidang pengelolaan air limbah, karena sekarang ini kali di Mataram sudah sangat memperihatinkan. Dari situlah kami ingin belajar cara penanganan air limbah di wilayah Jakarta Pusat, agar nantinya bisa diterapkan di Kota Mataram," kata Rahman.

Sementara itu, Kabag PKLH Jakarta Pusat,  Munjir Mujadi mengatakan, kualitas air di Jakarta Pusat memang sudah tercemar dari limbah, awalnya mungkin penduduk Jakarta cukup padat.

"Sebagian besar juga tidak memiliki septic tank, sehingga mereka membuang limbahnya ada yang ke sungai atau ke saluran karena tidak adanya lahan," jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, kata Munir, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat membuat septic tank komunal, dan sudah ada beberapa yang sudah dibuat di antaranya, di Kelurahan Duri Pulo, Kelurahan Petojo Utara, Kelurahan Menteng, dan saat ini sedang dibuat di Kelurahan Cempaka Putih Timur. 

"Bahkan ada salah satu septic tank komunal yang dijadikan sebagai biogas sehingga masyarakat bisa memanfaatkan gas tersebut untuk masak," jelas mantan Camat Senen ini. (As/Stk)

Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait