Pot di JPO Cempaka Putih Diturunkan

Pot yang berada di JPO dibongkar petugas gabungan. Foto: Christ

Jakarta Pusat, -- Menindaklanjuti aduan warga, sejumlah pot yang berada di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cempaka Putih, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat dibongkar.  

Pot dengan berat kurang lebih 100 Kilogram (Kg) dengan berbahan semen dinilai rawan roboh lantaran penyanggah besi sudah banyak yang keropos.

Perlu diketahui, dengan bertambahnya usia besi dikhawatirkan akan keropos dan menimpa pengendara yang tengah melintas. Langkah antisipasi pun dilakukan jajaran Kecamatan Cempaka Putih dengan membongkar satu persatu pot-pot yang sudah tidak terpakai lagi.

Pot-pot ini sempat dihancurkan, sebelum akhirnya dijatuhkan ke bawah.

Camat Cempaka Putih, Andri Ferdian mengatakan bahwa pembongkaran pot-pot ini merupakan bentuk inisiatif agar menghindari hal yang tidak diinginkan, sekaligus menindak lanjuti laporan warga yang khawatir akan keberadaan pot di atas halte tersebut.

"Ini atas tindak lanjut dari pengaduan warga. Bisa dilihat kontruksi penopang pot sudah dalam keadaan keropos, ini pot saja beratnya diperkirakan mencapai 100 Kg. Kita bongkar untuk menghindari hal yang tidak kami inginkan," kata Andri, Rabu (30/10).

Masih kata Andri, pembongkaran ini mengerahkan 50 personil gabungan dibantu dengan beberapa personil Damkar Jakarta Pusat. Hanya berat beban pot membuat pembokaran memakan waktu yang cukup lama.

"Kita angkat secara manual dan sebagian kita jatuhkan ke jalan cor-coran pot tersebut. Jadi tadi antisipasi agar tidak mengenai pengendara, kami sempat tutup sebentar, lalu kami buka kembali," katanya.

Meski keberadaan pot-pot itu sudah lama, dikatakan Andri belum ada laporan dari masyarakat adanya korban yang tertimpa maupun terkena serpihan atas keberadaan pot itu. 

Dirinya menilai kebaradaan pot itu digunakan sebagai aksesoris hanya saat ini sudah tidak terpakai kembali.

"Kalo di Jakarta Pusat hanya ini saja. Jadi pot ini hanya di taruh begitu saja dilindungi dengan besi. Kalo besinya keropos kan sangat menghawatirkan makannya lebih baik kita bongkar," ujarnya. (As/Stk)

Kominfotik JP/Christ


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait