BPS DKI Gandeng Pengelola Apartemen Lakukan Sensus Penduduk Secara Online

BPS Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan FGD dengan pengelolaan apartemen. Foto: FP

Jakarta Pusat, -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan pengelola apartemen dalam rangka meningkatkan respon rate Sensus Penduduk 2020, di Hotel Novotel Cikini, Kamis (27/02).

Kegiatan ini diikuti oleh 28 perwakilan pengelola apartemen di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Pendataan di lingkungan hunian vertikal selama ini memang memiliki tantangan tersendiri. Alasan keamanan dan privasi penghuni terkadang menjadi faktor penghambat bagi petugas untuk bisa masuk.

Dalam kesempatan ini, dijelaskan juga mengenai Sensus Penduduk Online yang merupakan inovasi baru sepanjang sejarah diselenggarakannya sensus di Indonesia. Literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi yang semakin baik menjadi pertimbangan digunakannya metode daring ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Buyung Airlangga dalam diskusi ini menyampaikan kepada pengelola apartemen bahwa BPS memahami privasi penghuni apartemen dalam pendataan sensus penduduk, oleh sebab itu BPS membutuhkan bantuan secara signifikan dari pengelola apartemen.

“Kami menyadari bahwa mereka yang tinggal di apartemen memilik privasi berbeda dengan rumah tapak, sehingga kami memiliki kesulitan dalam melakukan sensus penduduk,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan begitu pentingnya pendataan penduduk untuk pemerintah bisa menetapkan arah pembangunan bangsa dan hal ini juga merupakan amanat undang undang dan merupakan imbauan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sekaligus merupakan komitmen pemerintah dalam menanggapi imbauan PBB tersebut.

“Pada prinsipnya seluruh penduduk harus terdata dengan baik agar bisa kita dapatkan berapa jumlah penduduk itu. Dan secara nasional ini adalah proyek prioritas yang harus diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta Suryana dalam paparannya mengatakan bahwa ingin berkolaborasi dengan pengelola apartemen dalam melakukan sensus penduduk.

“Penghuni apartemen adalah segmen dari penduduk dengan karakteristik yang sangat khas, sangat berbeda dari warga pemukiman biasa,” ucapnya.

Ia mengakui menemui kesulitan dalam melakukan pendataan sensus kepada penghuni apartemen di sensus penduduk sebelumnya.

“Tahun 2010 hanya sepertiga dari penghuni apartemen yang berhasil kita data,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Suryana, sensus penduduk tahun ini dilakukan dengan pengisian secara online, sehingga memudahkan para penghuni untuk mendata diri mereka sendiri maupun keluarganya tanpa harus terganggu privasinya.

"Mudah mudahan bapak ibu sebagai pengelola bisa menyampaikan kepada para penghuni apartemen bahwa ini adalah program nasional, semua orang harus tercatat, pengisiannya mudah tidak sampai lima menit dan dapat dilakukan kapanpun dan di manapun,” jelas Suryana.

Selain itu, Suryana juga menyampaikan bahwa BPS bersedia membantu apabila dibutuhkan untuk memandu para penghuni yang menemukan kesulitan dalam melakukan pengisian sensus penduduk secara online.

“Silahkan hubungi kami apabila dibutuhkan untuk memandu pengisian sensus penduduk online, kami akan kirim tim,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Sudin Kominfotik Jakarta Pusat, Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, dan Sudin PRKP Jakarta Pusat. (As)

 

Kominfotik JP/FP


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait