Gelar Pembukaan Sekolah Secara Terbatas, Wali Kota Tinjau SMKN 2 Gambir

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma meninjau proses pembukaan sekolah secara terbatas. Foto: Lik

Jakarta Pusat, -- Sudah lebih dari setahun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara virtual akibat pandemi Covid-19. Guru dan peserta didik mengikuti dari rumah masing-masing.

Saat ini, proses pembukaan sekolah secara terbatas dengan sistem belajar campuran (blended learning) mulai diuji coba. Salah satunya di SMKN 2, Kecamatan Gambir yang dipantau langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma, Rabu (7/4).

Uji coba penerapan sistem ini tidak dilakukan di semua sekolah melainkan yang sudah melalui tahap asesmen satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan dinilai apakah sudah memenuhi prasarana dan sarana penerapan protokol kesehatan serta infrastruktur pendukung metode pembelajaran campuran.

Di SMKN 2, setiap kelas hanya diisi sembilan siswa yang hadir langsung sedangkan sisanya mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah secara daring.

Protokol kesehatan dilakukan secara ketat bagi siswa yang hadir ke sekolah, di antaranya melalui pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas. Selain itu, siswa juga diimbau untuk membawa bekal dari rumah masing-masing.

"Alhamdulilah ini merupakan kegiatan uji coba (piloting) terkait dengan rencana sekolah tatap muka langsung di Jakarta Pusat," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma di lokasi, Rabu (7/4).

Dhany juga melihat pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Dengan membawa perbekalan kemudian kelengkapan masker dan sanitizer kemudian masuk juga dicek suhu di tangan kemudian masuk ke ruang kelas jaraknya juga sudah diatur masing-masing satu setengah meter kemudian di dalam kelas juga tidak terlalu banyak hanya sembilan orang dari 15 siswa, sisanya dilakukan melalui daring atau melalui zoom," terangnya.

Ia pun berharap protokol kesehatan ini agar terus dijalani, karena pembelajaran tanpa memperhatikan protokol kesehatan justru akan menimbulkan dampak pandemi Covid-19 yang akan terus berkembang.

"Bagi orang tua tetap memantau kesehatan putra-putrinya di sekolah, jangan sampai lepas pemantauan di rumah atau di lingkungan sekitar rumah," tandas Dhany. (As)

 

Kominfotik JP/FP

 


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait