Kolong Jembatan di Pegangsaan Disiapkan Jadi Taman dan Ruang Interaksi

Plh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat meninjau penataan kolong jembatan Pegangsaan. Foto: Sab

Jakarta Pusat, -- Awal pekan kemarin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan kunjungan ke lokasi permukiman tunawisma di kolong jembatan di wilayah Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng. Risma meminta para pengungsi di sana untuk pindah ke Balai Karya yang disiapkan Kemensos.

Menindaklanjuti kunjungan Mensos tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat langsung melakukan penataan di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari penghunian kembali oleh tunawisma lainnya. “Di lokasi yang dikunjungi Bu Risma ini bukan kita tidak pernah kerjakan. Sudah pernah kita kosongkan, tetapi kembali lagi,” ujar Plh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Irwandi saat meninjau pelaksanaan kerja bakti di lokasi, Minggu (3/12).

Puluhan pasukan warna-warni dari berbagai unit kerja perangkat daerah terlihat dalam kerja bakti kali ini. “Sebetulnya gerebek lumpur ini kegiatan rutin kita setiap minggu, artinya tidak cuma pengerukan lumpur saja tetapi juga kolong-kolong jembatan, akses ke kali kita bersihkan. Termasuk di pinggir Kali Ciliwung ini,” ungkap Irwandi.

Tak ingin lokasi ini kembali jadi hunian liar, Irwandi sudah menyiapkan strategi khusus. “Kali ini saya mau tuntaskan. Kolong jembatan ini akan kita buat taman, jadi akses jalan warga. Menjadi tempat penyeberangan orang, melalui kolong jembatan ini,” sebutnya.

Ia mengakui, penataan kolong jembatan ini terinspirasi dari Terowongan Kendal. “Akan dibuat mural, bisa buat anak-anak bermain juga. Menjadi tempat rekreasi dan interaksi. Kita tak mau kolong jembatan ini jadi kumuh, nanti ditempati tunawisma lagi,” Irwandi menambahkan.

Plh Wali Kota meminta seluruh jajaran untuk bekerja sama dan menuntaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Saat ini sedang dikosongkan dulu, pembersihan. Semua sudin seperti SDA, Bina Marga, Pertamanan dan yang lain akan berkolaborasi di bawah koordinasi Sekko dan Asekbang, membuat desain dan menyiapkan konsep penataan ini,” pungkasnya. (Kominfotik JP/SAF)


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait