Lomba Video Pendek Jadi Pencegahan Paham Radikal Pada Pelajar

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Irwandi saat membuka kegiatan lomba video pendek. Foto: Mam

Jakarta Pusat, -- Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Irwandi menilai kegiatan lomba video pendek pencegahan radikalisme dan terorisme dapat dijadikan upaya mencegah paham radikalisme dan terorisme di tingkat pelajar SLTA/SMK.

Hal ini disampaikannya saat membuka Lomba Video Pendek Pencegahan Radikalisme dan Terorisme SLTA/SMK/MAN secara virtual, di Ruang Rapat Wakil WaliKota, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

Menurutnya, pelajar ditingkat SLTA menjadi sasaran empuk paham radikal. Di mana mereka belum mampu menyaring informasi yang ada termasuk konten-konten dalam media sosial (medsos).

‘’Jangan sampai paham-paham ini meracuni mereka dengan melakukan hal negatif di sekolah. Mengikuti gerakan-gerakan yang sebenarnya dilarang namun karena mereka tidak tahu mereka justru mengikutinya,” ungkapnya didampingi Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakpus, Denny Ramdany, Kasudin Pemuda dan Olahraga Jakpus, Tedi Cahyono, dan Plt Kepala Kesbangpol Jakpus, Dirhamul Nugraha.

Ia juga meminta para guru dan orang tua melakukan pengawasan terhadap para siswa-siswinya. Termasuk memproteksi konten-konten di media sosial yang dibuka siswa. Sebab, para siswa belum sepenuhnya dapat menyaring isi konten tersebut.

“Medsos ini kan 24 jam, para siswa ini pun tidurnya terbatas karena main medsos. Mereka ada yang tidur sampai jam tiga pagi untuk membuka medsos. Ini perlu pengawasan. Kita harus jaga anak-anak SMA sekarang ini seperti generasi jaman dulu yang santun, taat pada orang tua, dan guru serta berbakti pada Negara,” tandasnya. (As)

 

Kominfotik JP/NEL


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait