Mayoritas Pedagang Pasar Atom Sudah Gunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Foto: Lik

Jakarta Pusat, -- Sebanyak 60 persen pedagang di Pasar Atom Pasar Baru sudah menggunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL). Peraturan Gubernur DKI 142/2019 tentang tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Kepala Pasar Metro Atom Pasar Baru Ikhsan mengatakan 60 persen pedagang di pasarnya telah menggunakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL). Pemberian imbauan kepada pedagang dengan meminta teman-teman ASN yang juga ditugaskan memantau pasar.

"Kami mengimbau masyarakat tentang protokol kesehatan sekaligus menyosialisasikan Pergub 142 itu," ucap Ikhsan pada saat dihubungi, Rabu (15/7).

Menurut Ikhsan, para pedagang pertokoan seperti pedagang baju hingga perhiasan di Pasar Metro Atom Pasar Baru rata-rata sudah menggunakan kantong ramah lingkungan untuk membungkus barang bawaannya.

"Memang yang agak ekstra di pedagang bawah, yang pedagang pasar basah. Mereka beberapa ada yang masih pakai plastik," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengaku sosialisasi penggunaan kantong belanja ramah lingkungan secara rutin dilakukan oleh para pengelola baik dari sosialisasi bentuk visual seperti poster dan spanduk hingga sosialisasi lewat pengeras suara.

"Imbauan langsung, kita petugas keliling nih satu hari dua kali. Lalu setiap satu jam kita juga berikan imbauan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan setiap satu jam sekali lewat pengeras suara gedung," ujar Ikhsan.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Pusat Bakwan Ferizan Ginting mengapresiasi langkah pengelola pasar terkait sosialisasi penggunaan kantong ramah lingkungan yang gencar dilakukan oleh Pasar Metro Atom.

"Saya rasa cara tersebut cukup efektif untuk memberitahukan kepada masyarakat, pedagang dan pengunjung untuk beralih menggunakan kantong ramah lingkungan. Tadi kita kunjungan juga, cek ke information centernya, dan ada petugas khusus untuk memberikan info khusus itu," ujar Bakwan.(As)

 

Kominfotik JP/Chr 

 


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait