Mudik dan Kasus Global Ancaman Serius Peningkatan Covid-19

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Irwandi didampingi Asisten Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany menerima Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional. Foto: As

Jakarta Pusat, -- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menerima kunjungan Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional, di Ruang Rapat WaliKota, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (4/5).

Selain unsur pemerintah melalui jajaran terkait, pertemuan tersebut juga dihadiri TNI, dan Polri.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, tadi diungkapkan apa yang telah Pemkot lakukan dari tingkat kota sampai RT-RW dalam penanganan Covid-19.

"Semoga masukan dari Pemkot, TNI, Polri, Satpol PP, dan jajaran terkait bisa menjadi bahan kebijakan pimpinan pusat untuk penanganan Covid-19 ke depan," katanya.

Menurut Irwandi, penyebaran Covid-19 di Jakarta Pusat sudah menurun, namun ada tren kenaikan sedikit dikarenakan kerumunan orang.

"Ada kenaikan penyebaran Covid-19 diakibatkan adanya kerumunan orang berbelanja dan semoga bisa diatasi," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Wahyu Tri Setyobudi mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.

"Ini adalah upaya kolaborasi yang harmonis dari berbagai unsur baik dari pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, Satpol PP dan seluruh lapisan masyarakat yang terkait, sehingga kasus Covid-19 bisa tertangani dengan baik," katanya.

Namun demikian, lanjut Wahyu, saat ini sedang menghadapi satu potensi ancaman serius peningkatan kasus mudik dan kasus global.

"Kasus mudik dan kasus global ini harus dicermati dengan sebaik mungkin, jangan sampai peningkatan kasus kembali terjadi di Indonesia," jelasnya.

Untuk itu, Wahyu mendorong fungsi posko harus ditingkatkan baik di kelurahan maupun kota.

Dia menjelaskan, posko di tingkat kelurahan ada empat fungsi yaitu, pencegahan, penanganan, pembinaan, dan dukungan.

"Dalam hal tersebut kecamatan dan tingkat kota mempunyai peran sebagai koordinator dari posko kelurahan menjadi pembina dalam melakukan monitoring, memberikan fasilitasi, konsultasi, akses, dan seterusnya," jelasnya.

Sementara posko di tingkat kota mempunyai fungsi dukungan yang artinya, punya kemampuan penggalangan secara aktif terhadap sumber daya yang dibutuhkan. Seperti misalkan, menggalang sumber daya manusia dan sumber daya keuangannya tercukupi. Serta mempunyai fungsi koordinasi melakukan rapat secara rutin meng-update informasi dan komunikasi publik.

"Mengapa komunikasi publik penting, karena kita ingin mendorong perubahan kesadaran masyarakat, dan mengurangi hoax. Sehingga masyarakat taat akan prosedur protokol kesehatan. Kita juga tidak tahu kapan Covid-19 ini selesai sehingga usaha komunikasi ini harus berlangsung secara terus menerus," tandasnya. 


Kominfotik JP/As


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait