Pemkot Jakpus Gelar Apel Siaga Bencana

Pemkot Administrasi Jakarta Pusat menggelar Apel Siaga Bencana. Foto: Lik

Jakarta Pusat, -- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menggelar apel siaga bencana guna mengantisipasi penanganan dampak bencana di wilayah Jakarta Pusat, di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (11/11) pagi. 

Apel ini dipimpin langsung Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara melibatkan sejumlah jajaran Sudin Sosial seperti petugas Penanganan dan Pengendalian Sosial (P3S), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Petugas Sosial Kesiapsiaagaan Bencana (PSKB) dan Kampung Siaga Bencana (KSB).

'Kesiapsiagaan kita secara keseluruhan khususnya di jajaran Sudin Sosial ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan kita kepada masyarakat. Oleh karena itu dalam menangani bencana apapun kita perlu kebersamaan dan berkolaborasi dengan masyarakat, ini sangat penting," jelasnya Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara. 

Lebih lanjut Wali Kota menuturkan, seperti diketahui sekarang ini sudah masuk musim hujan, di mana curah hujannya cukup tinggi akan tetapi durasinya cukup pendek, karena ini situasi gejala global, dan Indonesia bagian dari pada gejala La-Nina.

Sementara, kata Bayu, sarana prasarana khususnya saluran yang ada di Jakarta hanya mampu menampung 100 mm/awers, kalau di atas angka 100 kemungkinan akan terjadi genangan.

"Alhamdulillah, hampir empat tahun terakhir genangan di wilayah Jakarta Pusat relatif terkendali,” katanya. 

Di tempat yang sama, Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Perangin-Angin menjelaskan, dalam rangka antisipasi kesiapsiagaan penanganan dampak bencana dari seluruh segi personil di jajaran Sudin Sosial Jakarta Pusat sudah disiapkan baik itu dari petugas Tagana, P3S, PSKB, KSB, termasuk peralatan tenda, dan dapur umum.

“Yang terpenting tugas Sudin Sosial yaitu menyiapkan makanan siap saji dan itu sudah disiagakan semua," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Suku Dinas Sosial tidak hanya menangani bencana banjir, tapi juga menganani bencana kebakaran, bencana alam, dan bencana lainnya.

"Ada 230 petugas Tagana dan ini tersebar di delapan kecamatan, dan begitu ada bencana mereka langsung siaga walaupun mereka dari polentir dan tidak di gaji tapi rasa jiwa sosial untuk memberikan pelayanan sangat tinggi. Jika ada bencana tetap kita berkolaborasi dengan tim lain tidak hanya Tagana saja yang turun," tambahnya. (As)


Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait