Pemkot Jakpus Kolaborasi dengan CSR Memajukan Usaha Warung Kelontong

Pembukaan Pelatihan Manajemen Ritel Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk para pedagang warung kelontong, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/03). Foto: As

Jakarta Pusat, -- Pada awal kehadiran toko modern membuat warung kelontong merasa dirugikan. Keberadaannya mulai tergerus akibat persaingan usaha yang semakin ketat.

Dalam mengatasi masalah tersebut, Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Adm Jakpus) berkolaborasi dengan CSR menggelar Pelatihan Manajemen Ritel Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk para pedagang warung kelontong, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (5/03).

Manager Alfamart Fatur Rahman mengatakan, pelatihan ini menjawab ketakutan daripada para pedagang kecil ini agar warung kelontong dapat terus berkembang seperti toko modern.

“Bukan hanya sekedar dilatih dan direnovasi warungnya. Namun, para pedagang warung kelontong juga akan dijadikan mitra,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi mitra bisa mempunyai keuntungan bagi pedagang kecil ini untuk bisa terus bertahan dengan memberikan harga yang sangat rendah dari tiga sampai lima persen.

“Nantinya para pedagang kecil menjualkan barang yang sama di bawah harga toko modern. Bahkan jika harganya sama dengan toko modern para pedagang kecil ini masih untung,” jelasnya.

Fatur juga berharap agar kolaborasi dan sinergi dengan pemilik warung kelontong ini akan terus maju.

“Pelatihan ini mengajarkan cara menata barang, melayani, menangani administrasi, mengelolah lahan, dan melayani dengan sepenuh hati. Semoga kolaborasi ini bisa terus terjalin,” harapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyatakan, banyak dari pedagang kecil yang kesulitan bersaing dengan toko modern yang telah berkembang pesat di tingkat RW.

Untuk itu, lanjutnya, toko modern ini diminta membantu para pedagang kecil supaya tidak terpuruk. “Jadi toko modern tetap berjalan dan warung kelontong juga berjalan. Ditambah dengan pemberian pelatihan manajemen dan renovasi warung dari Alfamart,” katanya.

Sementara itu, Fahrida salah satu warga Bendungan Hilir (Benhil) mengaku, pelatihan ini sangat bagus pagi para pemilik warung kelontong. Dengan demikian warung-warung yang ada di sekitar dapat terus berkembang.

“Semoga kolaborasi antara toko modern dan warung kelontong ini bisa berkelanjutan. Sehingga warung kelontong dapat bisa hidup dan berkembang dibantu juga dari segi permodalan, dibenahi warungnya serta dari segi periklannya,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti para pedagang warung kelontong se- Jakarta Pusat. Juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Pusat Bakwan Frizan Ginting, Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat Bangun Richard, dan Pimpinan Redaksi Pos Kota Sutiono. 

Kominfotik JP/As    


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait