Plt Sekda DKI Jakarta Tinjau Pengurasan Saluran di Jalan Batu Ceper Raya

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat mendampingi Plt Sekda DKI Jakarta dalam meninjau pengurasan saluran. Foto: Lik

Jakarta Pusat, -- Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Sri haryati meninjau langsung pengurasan saluran air mikro, untuk mengantisipasi potensi terjadi genangan dalam memasuki musim penghujan di Jalan Batu Ceper Raya, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (27/9).

Plt Sekda DKI Jakarta dalam peninjauan tersebut didampingi Asisten Pembangunan DKI Jakarta, Yusmada, Kepala Biro Pemerintahan DKI Jakarta, Premi Lasari, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin, Camat Gambir, Fauzi serta pejabat instansi terkait.

Plt Sekda DKI Jakarta, Sri Haryanti mengatakan, untuk mengantasipasi genangan di DKI Jakarta, seluruh jajaran Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) agar mengamankan saluran.

"Artinya saluran yang mampet baik karena sampah plastik atau karena sidimen lumpur yang tebal supaya segera dikeruk," ujar Sri.

Ia juga minta setiap perbatasan wilayah yang mempunyai permasalahan supaya didata, nantinya untuk dirapatkan dengan Gubernur DKI Jakarta, sehingga permasalahan wilayah bisa diatasi bersama.

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, saat ini Sudin SDA Jakarta Pusat sedang melakukan pengurasan saluran di delapan kecamatan. Pengurasan ini dilakukan untuk meminimalisir genangan.

"Iya saat ini Sudin SDA Jakarta Pusat sedang gencar melakukan pengurasan di delapan kecamatan guna mengurangi terjadi genangan saat musim penghujan," jelas Bayu.

Di tempat yang sama Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Ahmad Syaeful mengatakan, saluran air mikro di Jalan Batu Ceper Raya panjangnya sekitar 1.000 meter dinormalisasikan. Namun untuk sementara yang dikerjakan 100 meter terlebih dahulu, pengerjaan saluran sudah sejak 21 September akan selesai pertengahan November 2020.

"Saluran air mikro akan dilebarkan menjadi 2 meter, karena lebar saluran yang lama lebarnya bervariasi yakni 80 meter dan 120 meter, dengan dimensi saluran 1,5 meter x 2 Meter. saluran yang lama sudah tidak bisa menampung debit air bila hujan lebat disebabkan sidimen lumpur sudah tinggi," ungkapnya.

Dalam melaksanakan pengerjaan saluran tersebut Sudin SDA Jakarta Pusat melibatkan 30 orang petugas ditambah satu unit alat berat. (As)

 

Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait