Sekko Jakpus Minta Warga Karang Anyar Jaga Lingkungan

Sekko Administrasi Jakarta Pusat didampingi Camat Sawah Besar meninjau gerebek lumpur di Karang Anyar. Foto: Zak

Jakarta Pusat, -- Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) Iqbal Akbarudin meminta warga Karang Anyar menjaga lingkungan.

Hal ini diungkapkannya saat meninjau gerebek lumpur di RW 08 Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, (22/11).

Menurutnya, warga dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat perlu berkolaborasi untuk mengidentifikasi potensi kerawanan yang ada di wilayah.

Kerawanan ini, lanjutnya, seperti bencana banjir, genangan air, pohon tumbang, kebersihan, dan keamanan wilayah.

"Jadi warga harus inisiatif menginformasikan pada perangkat warga mulai dari RT/RW mengenai potensi kerawanan di wilayahnya sehingga bisa ditangani pemerintah. Di samping itu warga juga perlu menjaga kebersihan lingkungannya," ungkapnya.

Selain itu, Iqbal juga mengatakan pelaksanaan gerebek lumpur di lingkungan RW 08 Karang Anyar ini cukup efektif untuk menjaga kelancaran air di pemukiman. Sebab, sepanjang pengamatannya saluran warga di sepanjang RW tersebut dipenuhi endapan lumpur

"Di sini endapannya cukup tinggi sekitar 30 cm tentunya dengan adanya gerebek lumpur ini efektifitas saluran bisa ditingkatkan lagi," terangnya.

Ke depan, kata Iqbal, Pemkot Administrasi Jakpus mengharapkan warga terus berkomitmen menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Serta disiplin menjalankan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Di tempat yang sama, Camat Sawah Besar, Prasetyo menerangkan, sebanyak 150 personil gabungan dan warga dikerahkan dalam gerebek lumpur hari ini. Selain melakukan pengurasan lumpur, para petugas juga diarahkan melakukan penopingan pohon yang rawan tumbang saat hujan.

"Kita ingin memperlancar air di saluran warga menuju saluran penghubung (PHB) utama. Sehingga PHB di Jalan G Karang Anyar yang telah dikuras membuat aliran air tidak mengendap," ungkapnya.

Prasetyo menerangkan, sejauh ini pemukiman di kawasan RW 08 Karang Anyar ini tidak pernah tergenang. Namun, lumpur di kawasan ini cukup tinggi sehingga perlu dikuras.

"Untuk genangan tidak ada, tapi lumpurnya tinggi sehingga perlu dikuras dan dibersihkan," tandasnya. (As)

 

Kominfotik JP/NEL

 


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait