Warga RW 04 Cempaka Putih Timur Bangun Kebun Hidroponik Taman Solo

Kebun Hidroponik Taman Solo. Foto: pusat.jakarta.go.id

Jakarta Pusat, -- Guna meningkatkan kualitas hidup dan penghasilan masyarakat, warga RW 04 Kelurahan Cempaka Putih Timur membangun Kebun Hidroponik Taman Solo (Khitas) di Jalan Cempaka Putih Tengah 33 sisi bantaran kali Rawa Kerbau, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pembina Kelompok Petani Perkotaan (KPK) Kelurahan Cempaka Putih Timur, Nick Nurrachman mengatakan, saat ini bersama warga RW 04 sedang melakukan penataan lahan tanah di Jalan Cempaka Tengah 33 sisi bantaran kali Rawa Kerbau untuk dibangun kebun hidroponik.

“Kebun hidroponik ini berada di atas tanah seluas hampir 120 meter tersebut penataannya sudah hampir selesai, tinggal finishing saja. Nantinya juga akan dilengkapi taman, diberikan conblok agar jika hujan tidak becek,” kata Nick saat dikonfirmasi, Jumat (14/8).

Nick mengungkapkan, dalam pengelolaan Kebun Hidroponik Taman Solo (Khitas), warga RW 04 dibantu kelompok tani warga RW 06 yang telah terlebih dahulu berhidroponik secara swadaya dan dibantu CSR.

“Kelompok Petani Perkotaan RW 04 nantinya sebagai pengelola. Pendampingan teknis dilakukan Sudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat dan para pelatih agriculture dari Universitas Yarsi melalui program pengabdian masyarakat melatih manajemen pasca-panen,” tambahnya.

Lebih Lanjut Nick mengatakan, kebun hidroponik dengan sistem pipa ini terdiri 1.300 lubang tanam di atas delapan rak knock down seluas kurang lebih 34 meter persegi dengan panjang pipa 180 meter.

“Pembuatan rak tersebut dilakukan oleh kelompok tani RW 06 dengan sumber biaya dari donatur, contributor, dan sponsor. Adapun jenis tanaman sayur daun antara lain sawi, selada, kangkung, pakchoy, samsong, bayam dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Nick, sistem tanam hidroponik tanpa tanah sebagai salah satu solusi urban farming (pertanian perkotaan) di ruang sempit. Dan perlu dikampanyekan khususnya warga masyarakat DKI Jakarta agar gemar menanam.

“Jika dikelola dengan baik budidaya sayur ini menghasilkan pendapatan anggota sekitar 78 juta per tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Cempaka Putih Timur, Shinta Purnama Sari mengatakan, di masa pademi ini masih ada warga dan pihak yang ingin membangun serta ikut menata wilayah khususnya di Kelurahan Cempaka Putih Timur untuk bersama menumbuhkan ketahanan pangan, juga dapat membuka peluang lapangan pekerjaan sebagai petani perkotaan yang dapat meningkatkan penghasilan warga.

Anggota petani perkotaan ini, lanjut Shinta, terdiri dari warga, ibu rumah tangga, keamanan, anggota PPSU, FKDM, dan istri PPSU Kelurahan.

“Diharapkan dengan adanya kebun hidroponik sebagai wisata dan edukasi ini bisa menjadi inspirasi bagi warga dan wilayah di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Insya Allah minggu besok (16 Agustus 2020) akan diresmikan sekaligus menanam sayuran bersama oleh Ketua DPRD DKI Jakarta bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat serta instansi terkait,” tandasnya. (As)

 

Kominfotik JP/Day


Tulis Komentar Anda



Berita Terkait