Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menghadiri Pelantikan, Simposium, dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Pusat di Ruang Serbaguna Utama, kantor walikota setempat, Sabtu (7/3).
Arifin mengatakan, acara ini mengangkat tema 'Manifestasi Intelektualitas Muda dalam Memperkuat Resiliensi Urban dan Keamanan Domestik Jakarta'. Tema tersebut sangat relevan dengan visi Jakarta sebagai Kota Global.
"Sebagai jantung dari Indonesia, Jakarta Pusat menghadapi tantangan urban yang kompleks, mulai dari isu lingkungan, kepadatan penduduk, hingga dinamika keamanan sosial," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Arifin memberikan apresiasi kepada PC PMII Jakarta Pusat yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dengan memadukan tiga dimensi.
"Atas nama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan tiga dimensi penting di antaranya, Organisasi (Pelantikan), Intelektualitas (Simposium), dan Kemanusiaan (Santunan)," katanya.
Arifin mengungkapkan, bahwa Jakarta memerlukan pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perubahan.
"Intelektualitas para pemuda harus termanifestasi dalam solusi nyata untuk memperkuat daya tahan kota kita, baik dari sisi infrastruktur sosial maupun adaptasi terhadap perubahan zaman," ungkapnya.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PC PMII Jakarta Pusat masa abdi 2026–2027 yang baru dilantik. Semoga kepemimpinan ini menjadi periode yang produktif, inspiratif, dan membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
"Saya harap PC PMII Jakarta Pusat dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam memberikan gagasan intelektual yang taktis dan juga solutif," tutupnya.