Loading
Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar layanan Hapus Tato Gratis yang pada kali ini berlangsung di pelataran Masjid Agung Sunda Kelapa, Jalan Taman Sunda Kelapa, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Senin (23/2).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin didampingi Asisten Pemerintahan Prasetyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suprayogie, Koordinator Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat Muhammad Raja Zamzami, Camat Menteng Nurhelmi Savitri, dan para Lurah se-Kecamatan Menteng menyaksikan langsung peserta yang sedang dihapus tatonya.
Arifin mengapresiasi langkah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam program hapus tato gratis ini. Dan peserta yang ikut program ini tidak hanya warga Jakarta Pusat saja melainkan dari wilayah lainnya.
"Tadi peserta hapus tato ada yang dari Bekasi, ada juga yang dari Tangerang, kalau nggak salah ada juga yang dari Bogor. Saya sangat mengapresiasi program ini dan perlu ditambahkan kuotanya karena peminatnya banyak," kata Arifin.
Arifin mengungkapkan bahwa menghapus tato itu lebih sulit dibandingkan pada saat ditato, jadi saya minta kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Jakarta Pusat jangan sampai membuat tato ditubuhnya.
"Ternyata menghapus tato itu jauh lebih sulit dibandingkan saat membuat tato, hal ini menjadi peringatan untuk siapapun yang berkeinginan membuat tato ditubuhnya lebih baik dipikirkan matang-matang sebelum menyesal," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat Muhammad Raja Zamzami menjelaskan bahwa program hapus tato gratis ini akan berlangsung selama 2 hari dimulai tanggal 23 sampai dengan 24 Februari 2026.
"Pelaksanaan hapus tato gratis ini berlangsung selama dua hari dengan 100 kouta," imbuhnya.
Menurut Zamzami, program hapus tato ini bisa terlaksana atas dasar kemanusiaan dan hasil diskusi dengan sahabat hijrah.
"Kegiatan ini bisa terlaksana berdasarkan hasil diskusi yang kita lakukan dengan teman-teman sahabat hijrah. Mereka merasa sangat menyesal dengan apa yang pernah dilakukan yaitu menato diri sendiri," jelasnya.
Zamzami berharap, semoga dengan diadakannya program hapus tato ini warga masyarakat bisa tersadar bahwa mentato diri itu merupakan perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT.
Di tempat yang sama, Toto Senarto (55) dan Gulfira (38) mengaku senang dengan adanya program hapus tato gratis. Program ini sangat membantu dalam menghilangkan tato yang ada ditubuh dan ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun.
"Saya senang banget, dan sangat terbantu dengan adanya program hapus tato ini. Karena kalau hapus tato di klinik cukup mahal harganya, saya tahu program ini dari Instagram Baznas Bazis Jakarta Pusat dan WhatsApp grup," kata Toto.