Imlek 2577 Kongzili, Matakin Gaungkan Pesan Keadilan dan Kepedulian

Wali Kota Adminsitrasi Jakarta Pusat Arifin didampingi Asekbang Suprayogie dan Camat Tanah Abang Dwiarti Indri Utami menghadiri Perayaan Hari Raya Keagamaan Khonghucu Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat nasional yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Mengusung tema ‘Bila Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan’, perayaan ini dihadiri mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Kehormatan Matakin Jimly Asshiddiqie, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa Teddy Sugianto, serta para tokoh agama dan pimpinan lembaga negara.

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan Imlek memiliki makna yang mendalam dan multi-dimensi.

Ia menegaskan, Imlek bukan sekadar perayaan budaya, melainkan bagian dari identitas bangsa. Tahun ini, umat Khonghucu memasuki tahun 2577 Kongzili, yang menjadi salah satu dari lima sistem penanggalan yang hidup di Indonesia, berdampingan dengan Masehi, Hijriah, Saka, dan Jawa.

“Makna Imlek lainnya adalah kembali ke titik nol. Momentum ini menjadi ajakan untuk meninggalkan hal-hal buruk dan memulai lembaran baru dengan pikiran jernih,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Budi juga merunut perjalanan sejarah hubungan negara dengan umat Khonghucu sejak era Presiden pertama hingga kini. Mulai dari penetapan hari-hari penting keagamaan, penguatan dasar hukum pengakuan agama, pembukaan ruang kebebasan beribadah dan bermusyawarah, penetapan Imlek sebagai hari libur nasional, hingga pembangunan rumah ibadah dan pendirian Sekolah Tinggi Agama Khonghucu.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2577 Kongzili untuk para seluruh umat Khonghucu yang berada di Indonesia.

“Kita sama-sama berharap ditahun kuda api ini para umat Khonghucu senantiasa mendapatkan kebahagiaan, kesejateraan serta keberuntungan dalam berbagai hal,” tutupnya.


Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP