Loading
Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany mendampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Jazz Goes To Campus (JGTC) di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Sabtu (25/4).
Rano Karno menyambut baik digelarnya acara Jazz Goes To Campus (JGTC) untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
"Saya adalah orang yang paling bahagia menjahit sebuah budaya di Jakarta ini dan memberikan hasil yang luar biasa," ujarnya.
Rano memaparkan, Jakarta berhasil meraih predikat nomor dua teraman di Asia karena berhasil berbagai perayaan mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh serta Ramadan dan Idulfitri.
"Selain prestasi itu, kota Jakarta meraih pendapatan sebesar Rp 67 triliun," paparnya.
Rano mengungkapkan, pelaksanaan series JGTC tahun ini merupakan bagian dari persiapan besar menyambut ulang tahun kota Jakarta berusia ke 5 Abad sehingga diharapkan musik jazz menjadi bagian integral dari perayaan bersejarah kota ini.
"Tahun depan InsyaAllah Jakarta akan berusia 5 Abad. Saya ingin jazz itu ada dalam sesi ini," ungkapnya.
Ia juga mendorong penyelenggaran musik jazz dapat memanfaatkan berbagai lokasi ikonak dan ruang terbuka di Jakarta seperti Kota Tua, Lapangan Banteng, Taman Martha Tiahahu Blok M, Gedung Mar'ie Muhammad di Kementerian Keuangan.
Rano Karno secara khusus meminta agar JGTC tidak hanya terpaku di satu kampus, tetapi juga merambah ke berbagai kampus lain di Jakarta melalui format City Series agar gairah musik jazz dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jakarta.
"Mudah-mudahan ini menjadi awal kebangkitan musik di Jakarta," paparnya.
Sementara penggagas JGTC, Candra Darusman menuturkan, konsep Jazz Goes to Campus The City Series menghadirkan musik sebagai hiburan dan ruang dialog lintas generasi. Program ini dirancang agar jazz lebih inklusif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda.
"The City Series menjadi langkah untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat posisi JGTC sebagai festival jazz yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar artistiknya," tandasnya.