Loading
Suku Dinas Sosial berkolaborasi dengan TP PKK serta Pramuka Kwarcab Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) Goes to School dan Suluh Sosial Sapa Sekolah dalam mewujudkan rasa aman dan nyaman tanpa kekerasan, di SMPN 1 Cikini, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Rabu (21/10/2026).
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menuturkan, lingkungan yang aman dan nyaman ini tidak hanya diperuntukkan bagi para murid agar dapat belajar dengan tenang, tetapi juga ditujukan bagi seluruh warga sekolah termasuk para guru, staf, dan orang tua. Ketika lingkungan sekolah tercipta dengan ramah dan bebas dari intimidasi, proses belajar mengajar akan berlangsung maksimal dan potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal.
“Gaung stop bullying atau hentikan perundungan di lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat krusial dan mendesak untuk terus kita sosialisasikan. Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan, generasi penerus bangsa yang akan membawa Indonesia berdiri tegak dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045. Pembentukan karakter yang kuat, berintegritas, dan penuh kasih sayang inilah yang sangat kita butuhkan demi melahirkan Generasi Emas 2045,” tuturnya, didampingi Ketua TP PKK Witri Yenny Arifin.
Dikemukanan Arifin, pendidikan karakter di zaman modern dan era digital saat ini menjadi benteng utama. Pintar secara akademis saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan akhlak yang mulia, rasa empati serta rasa kepedulian antar sesama.
“Saya menaruh harapan besar setelah kalian mengikuti kegiatan dan mendapatkan sosialisasi tentang stop bullying ini. Nilai-nilai saling menghargai, menyayangi, dan menjaga sesama hendaknya tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah. Terapkan dan sebarkanlah kembali perilaku positif ini di lingkungan rumah, keluarga serta masyarakat tempat tinggal kalian agar lingkungan sekitar kita juga senantiasa aman, nyaman, dan harmonis,” ucapnya.
Ke depan, lanjut Arifin, kegiatan PAAREDI ini akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain yang ada di Jakarta Pusat.
“Mari kita bergandengan tangan, rapikan barisan, dan tingkatkan kepedulian untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.