Pemkot Jakpus Sinergi BBPOM Perkuat Komitmen Pencegahan OOT

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersinergi dengan Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) di Aula Kantor Lurah Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Senin (25/5). 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menggalang komitmen seluruh pihak untuk melawan penyalahgunaan OOT meliputi organisasi perangkat daerah, aparat penegak hukum, asosiasi pelaku usaha, profesi, akademisi, komunitas, dan media. 

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat memaparkan, pihaknya telah melakukan berbagai pengawasan untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan OOT di antaranya pengamanan ribuan obat ilegal berjenis Tramadol dan Hexymer dari lima orang pengedar yang beroperasi di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang pada tahun 2025. Kegiatan sejenis juga digelar di beberapa kecamatan. 

Namun, lanjutnya, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. 

"Pemkot Jakpus berkomitmen terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan penyalahgunaan OOT melalui berbagai pendekatan pada sektor kesehatan, pendidikan, kepemudaan, perlindungan anak, dan penegak hukum," tuturnya. 

Ia menambahkan, Aksi Nasional dan Penandatanganan Komitmen Pencegahan Penyalahgunaan OOT bukan sekadar slogan, melainkan seruan moral dan gerakan bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obat tertentu yang semakin mengkhawatirkan. Perang melawan penyalahgunaan OOT tidak sekadar tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.

"Jangan biarkan lingkungan menjadi tempat peredaran obat ilegal. Berani melapor apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran obat ilegal di sekitar. Kami juga mendorong agar sekolah, karang taruna, organisasi kepemudaan, serta komunitas masyarakat aktif menciptakan wadah kegiatan positif bagi anak-anak muda,' tambahnya.


Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, aksi nasional yang mengusung tema "Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa" dilaksanakan melihat ancaman dan bahaya tersembunyi yang mengintai generasi muda yang berdampak terhadap kesehatan dan potensi merusak masa depan melalui penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

"Dampak penyalahgunaan OOT tidaklah ringan serta menyasar generasi muda. Jika tidak ditangani secara serius menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan bangsa dan negara," ujar Sofiyani. 

Ia mengungkapkan, penyalahgunaan OOT menimbulkan efek berbahaya seperti narkotika. Serta, peredaran dilakukan secara sembunyi-sembunyi melalui toko ilegal, media sosial, maupun penjualan online, penjualan daring sehingga membuat pengawasan semakin sulit.

"Dibutuhkan komitmen dan sinergi bersama pemangku kepentingan. Instansi pemerintah termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan OOT," ungkapnya.

Ia menjelaskan, BBPOM di Jakarta yang memiliki tanggung jawab pengawasan obat dan makanan terus berusaha memperkuat pengawasan, penindakan terhadap peredaran penyalahgunaan OOT serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. 

Serta secara rutin telah melakukan pengawasan dan penindakan terhadap sarana yang mengedarkan OOT secara ilegal, termasuk penjualan tanpa izin melalui toko obat, media sosial, dan platform digital. 

"Kami juga melakukan pengawasan terpadu bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dan edukasi kepada masyarakat dan pelajar seputar bahaya penyalahgunaan OOT," jelasnya.

Reporter: Muhammad Aulia & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP