Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menghadiri penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi para pejabat dan pimpinan BUMD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (5/3).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pada tahun ini penghimpunan dana umat ditargetkan mencapai Rp 450 miliar untuk memperluas jangkauan mustahik dan memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat.
Dana ZIS yang terhimpun dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program penanggulangan kemiskinan dan persoalan kesenjangan masyarakat, seperti beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, bedah rumah, hingga Baznas Tanggap Bencana.
"Melalui penunaian ZIS ini, kita menegaskan komitmen Islam rahmatan lil alamin ini dan memastikan kebermanfaatan dari pengumpulan ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Pramono.
Dalam kesempatan ini, Pramono memberikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) DKI Jakarta atas pengelolaan dana umat yang profesional, akuntabel, dan transparan. Pada 2025, dana ZIS yang berhasil terhimpun melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta yakni sebesar Rp 396 miliar dari target Rp 400 miliar.
Ia juga menilai transformasi ZIS dari penyaluran bantuan konsumtif menjadi pelaksanaan program pemberdayaan berkelanjutan merupakan langkah strategis.
"Saya meyakini dengan program ZIS yang sekarang ini lebih ke jantung sasarannya, maka secara signifikan akan membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi berbagai persoalan yang ada di lapangan," ujar Pramono.
Untuk memperluas jangkauan manfaat serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, Pramono pun mendorong Baznas (Bazis) DKI Jakarta untuk terus berinovasi.
"Mudah-mudahan seluruh warga Jakarta bisa mendapatkan manfaat dari suasana di Jakarta yang sekarang aman nyaman, dan terutama bagi warga yang membutuhkan, warga yang tidak mampu, maka peran Baznas Bazis ini sungguh sangat diharapkan," kata Gubernur.
Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H Abubakar melaporkan, capaian penghimpunan dana ZIS pada 2025 sebesar Rp 396,356 miliar atau 99,09 persen dari target Rp 400 miliar. Dana tersebut telah disalurkan ke berbagai program di antaranya sosial kemanusian, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah.
Sedangkan pada 2026, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta menargetkan penghimpunan ZIS sebesar Rp 450 miliar. Per Februari 2026, tercatat sebanyak 75 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan SKPD/UKPD Provinsi DKI Jakarta yang telah menunaikan ZIS.
"Sementara yang belum adalah sebesar 15.159 ASN atau sekitar 25 persen yang memang belum menunaikan ZIS," ujar Akhmad.