Festival Kali Pasir Wujud Kolaborasi Bangun Kota Berbudaya Menuju HUT Jakarta ke-500

Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany secara resmi membuka Festival Kali Pasir ke-2 Tahun 2026 di Jalan Sekolah Seni (Samping Kampus IKJ), Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jumat (24/7).

Denny mengatakan, festival ini bukan sekadar perayaan seni biasa, melainkan sebuah gerakan kebudayaan strategis yang melibatkan partisipasi aktif warga dari empat kelurahan sekitar kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yakni, Cikini, Kwitang, Kebon Sirih, dan Kenari.

"Festival ini sebagai bukti nyata kolaborasi sinergis antara akademisi, seniman, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Denny juga menyampaikan apresiasinya kepada IKJ dan Yayasan Seni Budaya Jakarta sebagai inisiator, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan dukungan penuh.

"Festival Kali Pasir ini sejalan dengan visi kita dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, khususnya dalam rangka menyambut perjalanan 500 tahun Kota Jakarta," ujar Denny di lokasi acara.

Kegiatan ini, tambah Denny, dirancang untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, serta menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap ruang kota.

"Mari kita jadikan Festival Kali Pasir sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Jakarta yang maju, berbudaya, dan bermakna. Semoga kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan dan menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya," ucap Denny.

Sementara itu, Rektor Institut Kesenian Jakarta Syamsul Maarif menjelaskan, Festival Kali Pasir ini sudah mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI) artinya tidak ada institusi lain selain IKJ dan Pemprov DKI Jakarta yang melaksanakan kegiatan ini.

Syamsul menjelaskan, Festival Kali Pasir tahun 2026 mengangkat tema aliran seni sungai kota. Tema ini mengandung makna bahwa seni sebagaimana aliran sungai harus mengalir dan berkembang, menghubungkan manusia, ruang dan budaya, melahirkan kreativitas dan inovasi, serta memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat. 

"Saya berharap semoga kegiatan ini bisa terus berkembang menjadi salah satu ikon seni dan budaya Jakarta yang melibatkan masyarakat secara luas, sesuai dengan visi-misi Pak Gubernur bahwa Jakarta sebagai kota global dan pusat budaya," ujarnya.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP