Tim Adiwiyata Tingkat Kota Sambangi SD Strada Van Lith I dan SMKN 44 Kemayoran

Tim Penilai Adiwiyata Tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat menyambangi SD Strada Van Lith I dan SMKN 44, wilayah Kecamatan Kemayoran, Selasa (28/4).

Staf Seksie Peran Serta Masyarakat Sudin LH Jakarta Pusat Kusworo mengatakan, tujuan dari Adiwiyata ini bukanlah perlombaan untuk mencari pemenang, namun lebih dari itu, yakni sebagai wadah untuk mengubah perilaku hidup cinta lingkungan, terutama di lingkungan sekolah.

“Adiwiyata ini pula hadir sebagai pembentuk identitas cinta lingkungan di sekolah, bahwasanya sebisa mungkin sampah yang keluar dari sekolah merupakan sampah akhir yang tidak bisa didaur ulang,” pesannya.

Tak lupa, Kusworo mengingatkan, pada Agustus mendatang diberlakukan pembatasan pembuangan sampah ke Bantargebang. Oleh sebab itu, kegiatan Adiwiyata ini menjadi salah satu bekal bagi warga sekolah untuk melakukan pemilahan sampah.

“Sekarang kondisi TPA Bantargebang sedang tidak baik-baik saja artinya mulai memasuki lampu kuning untuk menjadi TPA sampah dari warga Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Strada Van Lith I, Herribertus Bakti Dwi Antoro mengaku sangat mendukung dengan adanya program Adiwiyata ini.

“Kami disini ini menjadikan poin-poin dalam Adiwiyata masuk ke dalam kegiatan siswa sehari-hari, sehingga akan tertanam secara aktif kepada peserta didik maupun warga sekolah lainnya,” ungkapnya.

Dilanjutkan Herribertus, perilaku cinta dan peduli lingkungan diterapkan di sekolah bukan karena ingin mendapatkan nilai bagus dalam Adiwiyata, akan tetapi bentuk kesadaran dan membangun kebiasaan baik agar tertanam dalam pemikiran setiap warga sekolah.

"Kami juga ada beberapa inovasi seperti, Gerakan Kamis Bebas Sampah (GKBS), Ecobricks, dan Ecoprint yang dapat menunjang perilaku cinta lingkungan," terangnya.  



Reporter: Malik Maulana & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP