Loading
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat terus menggencarkan Pemilahan Sampah dari sumber melalui sosialisasi pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.
Kali ini sosialisasi bertajuk "Jakarta Bergerak, Semua Memilah: Sukseskan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 melalui sinergi aparat, warga, rumah ibadah, horeka, pelaku usaha dan pedagang" di Aula kantor Kecamatan Gambir, Senin (25/5).
Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (Kabag PKLH) Setko Administrasi Jakarta Pusat Martua Sitorus mengatakan, ini merupakan lokasi ke enam Pemkot Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup secara maraton melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat mengaungkan kembali pilah sampah yang sebenarnya gaungnya ini sudah dari SK Pergub 77 Tahun 2020.
"Kegiatan pilah sampah ini sebenarnya bukan barang baru karena ini sudah dilakukan dari tahun 2020. Mungkin Pak RW atau Bu RW pernah menerima ember, karung, timbangan yang waktu itu dibagi oleh Sudin LH karena ini berdasarkan pergub nomor 77 tahun 2020 waktu itu instruksinya bahwa setiap warga itu harus membuat rumah memilah di dalam satu lingkungan RT dan nanti berkembang ke RW. Hanya memang belum berjalan maksimal, maka gerakan ini harus kita gaungkan kembali, kita jangan menyerah karena ini target yang kita capai Per 1 Agustus bapak ibu sudah dibatasi ya untuk pembuangan ke Bantargebang 50 persen dan Per 2027 sudah stop tidak menerima sampah dari Jakarta," katanya.
Oleh karena itu, lanjut martua, hal yang bisa dilakukan yang pertama ialah pilah sampah, pisahkan organik, anorganik, residu, dan B3.
"Kalau di Kecamatan Gambir sudah banyak bank sampah hampir semua RW sudah ada. Pemilihan sampah ini merupakan gerakan massal yang sudah dicanakan Gubernur DKI Jakarta pada 10 Mei lalu. Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 adalah kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah langsung dari tingkat rumah tangga," ujarnya.
"Di Jakarta gerakan pemilahan sampah bulan hanya lingkungan hidup atau camat saja, tetapi masuk semua lini termasuk unsur dari pendidikan, pariwisata, UMKM, dan dari segala SKPD," imbuhnya.
Martua menuturkan, jika gerakan pemilahan sampah ini berjalan dengan baik maka idelanya sampah di Jakarta pasti akan berkurang maka usai sosialisasi ini nantinya akan ada tim yang akan melakukan pengecekan di keadaan pemilahan sampah di Jakarta Pusat.
"Ini sosialisasi terakhir minggu depan kita turun tim dari wali kota akan turun kelapangan melihat kondisi seberapa banyak yang sudah dipilah, kita sudah bagi-bagi per UKPD sehingga nanti laporan yang diberikan oleh para lurah sesuai instruksi gubernur akan kita cross-check keadaanya dilapangan," paparnya.
Sementara itu, Camat Gambir M Iqbal menuturkan dengan terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 tahun 2026 ini menjadikan penanganan sampah di wilayah Provinsi DKI Jakarta ada di tingkat sumber sehingga diharapkan seluruh masyarakat di Jakarta bisa untuk mulai mengaktifkan dan menggiatkan pemilihan sampah secara benar dan efisien.
"Karena memang kondisi bantar gebang dan kondisi regulasi yang ada, baik dari Kementerian Lingkungan Hidup maupun juga regulasi-regulasinya memang menuntut kita untuk bisa menekan total sampah yang menjadi residu dan dibuang di Bantargebang. Oleh karenanya dimulai dari kita lah tentunya, dimulai dari rumah tangga, dimulai dari rumah-rumah yang ada di wilayah Kecamatan Gambir untuk bisa memulai memilah," katanya.
"Sosialisasi ini sudah ketiga, empat, lima kalinya kita laksanakan tapi tentunya tidak bosan-bosan. Karena memang untuk mengingatkan, merefresh dan juga tentunya menentukan target sasaran, menentukan tindakan yang akan dilakukan dan juga tentunya mengevaluasi kegiatan pengurangan sampah di sumber yang telah dilakukan bapak, ibu, para ketua RW ini yang telah bisa terukur, bisa kita ketahui kalau memang mungkin ada hal-hal yang perlu dibenahi ataupun mungkin ada hal-hal yang memang belum atau kurang diketahui para warga masyarakat sehingga kehadiran narasumber pada pagi hari ini menjadi lebih optimal," tandasnya.