Ribuan Benih Pohon Tanaman Pendamping Beras Ditanam di 48 Lokasi Wilayah Jakpus

Ribuan benih pohon tanaman pendamping beras ditanam secara serentak di 48 lokasi yang tersebar di delapan kecamatan se-Jakarta Pusat. 

Ketua TP PKK Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin mengatakan, ribuan benih tanaman pendamping beras yang ditanam di 48 lokasi se-Jakpus meliputi 10 lokasi Taman Hatinya PKK, 20 RPTRA dan 18 lokasi urban farming. 

"Berbagai jenis tanaman yang ditanam meliputi 200 pohon porang, 101 ubi jalar, 130 singkong, 70 pisang 105 jagung 1.120 bibit kangkung, 1.620 pakcoy, 950 bayam, 76 salada air, 310 pohon tomat, cabai, terong, melon dan 400 bibit ikan nila," ujar Witri didampingi Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun usai mengikuti penanaman serentak secara daring yang dilaksanakan di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Sementara di Jakarta Pusat berlangsung di rooftop blok A, kantor walikota setempat, Senin (31/8).

Witri menjelaskan, penanaman serentak bekerja sama dengan unsur masyarakat baik kader PKK, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menggiatkan program ketahanan pangan di Jakarta Pusat. 

"Kami juga menggiatkan gerakan tanam serentak di sekolah yang tersebar di Jakarta Pusat," jelasnya.

Ia menambahkan, giat penanaman tanaman pendamping beras di Jakarta Pusat dilakukan secara terus menerus di berbagai kegiatan yang bertujuan mengajak masyarakat melakukan penghijaan di tengah keterbatasan lahan. 

"Kami berharap 48 lokasi Tanam Serentak ini menjadi titik ketahanan pangan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga Jakarta Pusat," tuturnya. 

Sementara itu, Kasudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat Siti Halimah menambahkan, pihaknya memberikan pendampingan dan bibit tanaman bagi penggiat urban farming untuk mewujudkan program ketahanan pangan berkelanjutan di Jakarta Pusat. 

"Kami optimis gerakan penanaman tanaman pendamping tidak berhenti di 48 lokasi se-Jakpus, namun terus bertambah di masa mendatang untuk memberikan kontribusi positif peningkatan ekonomi terutama pembangunan kota Jakarta lebih hijau, sehat dan berdaya saing global," tandasnya.

Reporter: Muhammad Aulia & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP