Loading
Menyambut perayaan Hari Buruh atau May Day 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dan para mitra kerja pemerintah menggelar pertemuan yang berlangsung di ruang pola, kantor walikota setempat, Selasa (28/4).
Pertemuan ini membahas terkait Jaga Jakarta, mengantisipasi dan mencegah aksi tawuran serta kriminalitas, juga terkait pengamanan May Day 2026.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan, wilayah Jakarta Pusat memiliki beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat unjuk rasa. Atas hal tersebut, tentunya memiliki perbedaan perlakuan dengan wilayah lain di Jakarta.
“Kita di Jakarta Pusat dalam bertugas harus lebih antisipatif, harus punya kemampuan deteksi dini yang lebih valid dan cepat, serta seperti tahan kota, tidak bisa kemana-mana. Begitupun menghadapi May Day tahun ini, informasinya titik sentrum tetap di wilayah Jakarta Pusat, otomatis kita harus memiliki kewasapaan yang lebih,” tuturnya.
Dilanjutkan Arifin, sinergi dan kolaborasi harus terus digalakan dari para Forkopimko, sehingga keamaan dan ketertiban di Jakarta Pusat akan tetap terjaga dengan kondusif.
“Jadi hasil informasinya, ada tiga lokasi yang akan menjadi titik unjuk rasa, ada di Bundaran Patung Kuda, Gedung MPR/DPR dan GBK. Jadi di titik tersebut nantinya akan dilakukan pengamanan lebih, bukan hanya untuk para pengunjuk rasa, namun juga saya minta pengamanan untuk para pedagang. Karena tanpa disadari, pedagang makanan dan minuman memberi efek kuatnya logistik dari para pengunjuk rasa,” katanya.
“Begitupun bagi jajaran Sudin Perhubungan untuk menjaga lalu lintas, menempatkan personelnya untuk merekayasa lalu lintas ataupun terkait parkir kendaraan para pengunjuk rasa,” ungkapnya.
Terakhir, Arifin mengucapkan terima kasih untuk para jajaran dari Forkopimko dan juga para mitra kerja pemerintah, bahwasanya di wilayah Jakarta Pusat dalam beberapa kegiatan kebelakang seperti Natal, Tahun Baru 2026, Imlek, Ramadan dan juga Idulfitri dalam keadaan aman dan kondusif.
“Mari kita terus jaga keamanan dan ketertiban di lingkunangan kita khususnya Jakarta Pusat, halau segala bentuk kriminalitas, mau itu tawuran, begal ataupun bentuk kejahatan lainnya,” tutupnya.