Loading
Bermacam cara dapat dilakukan untuk bertukar pikiran mencari solusi terkait problematika kemasyarakatan yang ada di tengah lingkungan hegemonik seperti Jakarta Pusat. Salah satunya yaitu Serap Aspirasi Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat yang menyajiakan berbagai pertanyaan dari perwakilan warga dan juga tentunya membahas solusi untuk bersama.
Menjadi lokasi keenam, pelaksaan Serap Aspirasi Dewan Kota Kecamatan Cempaka Putih berlangsung di lantai 2 Restoran Simpang Raya, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).
Asisten Pemerintahan (Aspem) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan mengatakan, kegiatan Serap Aspirasi Dewan Kota ini merupakan forum tatap muka rutin bagi warga untuk menyampaikan masukan, keluhan, dan usulan pembangunan kepada pemerintah wilayah.
Dilanjutkan Prasetyo, pertemjan ini dalam rangka memberikan masukan termasuk upaya-upaya menyelesaikan berbagai permasalahan maupun pengaduan dari masyarakat sekaligus ajang silaturahim jajaran Dewan Kota Jakarta Pusat dengan warga.
“Artinya tugas-tugas dewan kota ini tidak kalah pentingnya dengan kelembagaan lainnya, fungsi dari dewan kota disamping menyerap aspirasi dari masyarakat tentunya membuka ruang untuk menyampaikan baik itu pengaduan, permasalahan maupun pelaporan," imbuhnya.
Menurutnya, pemerintah harus membuka diri untuk mengakomodir segala aspirasi yang tumbuh berkembang di kalangan warga masyarakat, namun semua itu hendaknya tetap berpijak pada koridor hukum serta norma yang berlaku.
"Melalui kanal-kanal pengaduan yang ada bisa melalui JAKI, CRM (Cepat Respon Masyarakat), dan salah satunya serap aspirasi dewan kota serta yang dilakukan wali kota yakni, Silaturahmi Malam Hari. Kesemuanya ini dalam rangka menyerap apa saja keluhan dari masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 07 Cempaka Putih Timur Sundari Fitry mengaku sangat mendukung dengan adanya ini. Dirinya dapat bertanya terkait berbagai dinamika sosial pemerintahan yang ada di wilayah RW 07 Cempaka Putih Timur.
“Ya kita tidak pungkiri ekonomi sekarang ini lagi kurang baik. Banyak sektor UMKM yang guling tikar. Ini yang tadi saya pertanyakan, bagaimana peran pemerintah dalam menghadapi ekonomi seperti ini dilihat dari sudut pandang pedagang UMKM. Selain itu, juga tadi saya menanyakan terkait dana intensif bagi kader posyandu,” tutupnya.