Loading
Tim Penilai Adiwiyata Tingkat Kota Jakarta Pusat mendatangi dua sekolah, di SDN Cempaka Putih Barat 03 dan SDN Rawasari 01, wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Senin (27/4).
Tim Penilai Perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Pusat Agung Suwardiana mengatakan, sama seperti tinjauan sebelumnya tujuan dari Adiwiyata ini bukanlah perlombaan untuk mencari pemenang, namun lebih dari itu yakni, sebagai wadah untuk mengubah perilaku hidup cinta lingkungan, terutama di lingkungan sekolah.
“Sekarang kondisi TPA Bantargebang sedang tidak baik-baik saja artinya mulai memasuki lampu kuning untuk menjadi TPA sampah warga Jakarta. Agustus mendatang mulai ada pembatasan untuk membuang sampah di sana,” ujarnya.
“Adiwiyata ini pula hadir sebagai pembentuk identitas cinta lingkungan di sekolah, bahwasanya sebisa mungkin sampah yang keluar dari sekolah merupakan sampah akhir yang tidak bisa didaur ulang," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Rawasari 01 Khaerudin, berterima kasih atas kunjungan Tim Verifikasi adiwiyata semoga bermanfaat terhadap sekolah ini, terutama program pola hidup bersih dan sehat.
“Untuk program adiwiyata sekolah kami sudah melaksanakannya, seperti kita berusaha tidak memproduksi sampah plastik, kami telah memilah sampah, hemat energi listrik dan air, program bank sampah, mengolah dan memanfaatkan sampah menjadi kerajinan kriya, kolam gizi dengan berternak ikan dan memanennya” tuturnya.
Ia juga berharap mudah-mudahan semangat pola hidup bersih dan sehat di lingkungan SDN Rawasari terus digalakan agar terbiasa bagi peserta didik dalam memerapkan pola hidup bersih dan sehat ini bagi lingkungan sekitar.