Loading
Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany dan Ketua TP-PKK sekaligus Duta Eco Enzyme Witri Yenny Arifin menghadiri acara Rekor Muri dalam "Gerakan Bersih Sungai dan 6.000 Eco Enzyme DKI Jakarta 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Sedulur Bunda Milenial.
Kegiatan bersih sungai serta workshop sekaligus praktik pembuatan eco enzyme oleh perempuan dan pelajar berkebaya ini di ikuti serentak lima wilayah Kota Provinsi DKI Jakarta melalui daring. Sementara untuk wilayah Jakarta Pusat, pelaksanaan berlangsung di Kantor Camat Senen, Jalan Kramat Raya, Kamis (18/6).
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Purwanti Suryandari mengatakan, hampir 9.000 lebih sampah dibuang ke Bantargebang dan setengahnya merupakan sampah organik dari dapur jika tidak dikelola dapat melepaskan gas etanol merusak atmosfer.
"Melalui workshop hari ini kita berkumpul untuk mengedukasi pengelolaan sampah dari sumbernya, rumah kita sendiri sehingga dapat dikelola menjadi cairan multi manfaat melalui eco enzyme," kata Purwanti.
"Workshop ini tidak hanya fokus pada pelatihan pembuatan eco enzyme yang memanfaatkan sampah organik melainkan bergerak serentak melakukan aksi nyata pemilihan serta pengurangan sampah rumah tangga," imbuhnya.
Menurut Purwanti, kegiatan ini juga bukan sekedar pelatihan biasa melainkan sebuah aksi nyata berbasis komunitas yang di inisiasi oleh Yayasan Sedulur Bunda Milenial.
Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK sekaligus Duta Eco Enzyme Witri Yenny Arifin menjelaskan, kegiatan ini menghadirkan 50 pelajar SLTP dan SLTA serta ibu-ibu PKK sebanyak 100 orang secara keseluruhan diadakan serentak di delapan Kecamatan Wilayah Jakarta Pusat dengan total 1.200 peserta.
"3 bulan ke depan dengan Bunda Milenial kita akan melakukan panen serta aksi bersih-bersih sungai juga penuangan cairan eco enzyme. Saya berpesan kepada pelajar yang ikut dalam workshop ini agar dapat digetok tularkan kepada teman-teman di sekolahnya, lingkungan juga keluarga," pungkasnya.