Loading
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat menghadiri Konferensi Cabang VI Nahdlatul Ulama (NU) di Aula Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kecamatan Senen, Senin (29/6).
Dalam sambutannya, Nurhidayat menyampaikan ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pengurus kareteker PCNU Jakarta Pusat, semoga pelaksanaan konferensi cabang ini berjalan lancar dan terpilih pengurus baru yang berkomitmen untuk organisasi dan program kerja yang maslahat.
Menurutnya, konferensi ini kembali menjadi media penting untuk memilih pemimpin yang visioner, amanah, mampu bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk tentunya dengan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga NU di Jakarta Pusat.
"Mari bekerja sama untuk umat, semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberi petunjuk, serta meridhoi setiap langkah dan upaya yang kita lakukan demi kemaslahatan warga masyarakat, utamanya di Kota Adminisitrasi Jakarta Pusat," katanya.
Nurhidayat menuturkan makna "Nahdlatul Ulama" secara harfiah berarti "Kebangkitan Ulama", yang mengisyaratkan tujuan organisasi untuk membangkitkan kesadaran umat Islam melalui pemahaman agama yang moderat dan berbasis ajaran Islam yang menganut tradisi ahlussunnah wal jama'ah.
"Jakarta kini sedang bergerak menuju visi besar sebagai kota global yang berbudaya. kota yang modern, maju, dan berdaya saing internasional, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa, tradisi, dan kearifan lokal. NU memiliki peran penting dalam memastikan bahwa modernisasi tidak mengikis identitas, melainkan memperkuat karakter bangsa yang beradab, hal tersebut sejalan dengan prinsip NU yaitu, mempertahankan tradisi dan berinovasi," tuturnya.
"Peran penting NU sebagai organisasi besar di Indonesia dalam perannya menyiapkan kota Jakarta menuju kota global sangat strategis di antaranya, penguatan ekonomi dan daya saing, penguatan nilai sosial dan budaya, kontribusi pembangunan berkelanjutan mengatasi masalah lingkungan, mengatasi kemiskinan, kelaparan dan kesehatan, serta peningkatan pendidikan dan keterampilan," tandasnya.